BREN MENUJU 1 GIGAWATT KAPASITAS PANAS BUMI DI TAHUN 2026
Share via
Terbit Pada
03 March 2026
Saham Terkait
Terakhir diperbarui: 29-01-2026, 03:10:pm
06154659
IQPlus, (3/3) - PT Barito Renewables Tbk (IDX: BREN) baru saja merampungkan penambahan kapasitas pada pembangkit listrik Wayang Windu Unit 1 dan Unit 2 yang dioperasikan oleh anak usaha Star Energy Geothermal. Penambahan ini melengkapi serangkaian peningkatan kapasitas yang dilakukan sejalan dengan rencana pertumbuhan yang telah ditetapkan.
Dalam siaran pers BREN (3/3) Seperti diketahui, pada saat Initial Public Offering BREN di Oktober 2023, kapasitas terpasang panas bumi adalah sebesar 886 MW. Setelah itu BREN melakukan serangkaian peningkatan kapasitas melalui retrofitting maupun unit Salak binary dengan tambahan total kapasitas sebesar 40 MW sehingga mencapai keseluruhan saat ini 926 MW. Sepanjang 2025, BREN telah memproduksi listrik sebesar 6.885 GWh dari panas bumi.
Proyek panas bumi lainnya yang sedang berjalan yaitu pembangunan unit baru untuk Salak unit 7 sebesar 40 MW, Wayang Windu unit 3 sebesar 30 MW, serta penambahan kapasitas Darajat unit 3 sebesar 7 MW, yang seluruhnya ditargetkan rampung akhir tahun ini.
Dengan selesainya proyek-proyek ini, BREN akan mengoperasikan 1 GW kapasitas panas bumi serta 79 MW kapasitas tenaga bayu pada akhir 2026.
Hendra Soetjipto Tan, Presiden Direktur Barito Renewables, mengatakan "Kami berada dalam posisi yang sangat baik untuk merealisasikan target 1 GW kapasitas terpasang panas bumi. Hal ini menjadi tahapan penting bagi kami dalam mengantarkan energi baru terbarukan untuk Indonesia. Pencapaian ini merupakan bukti dari dedikasi dan komitmen kami dalam menjaga keunggulan operasional sebagai salah satu perusahaan EBT terbesar di Indonesia".
Retrofit Wayang Windu Unit 1 dan 2 Selesai di awal 2026
Proyek retrofit Wayang Windu mencakup peningkatan komprehensif pada kedua unit pembangkit. Untuk Unit 1, ruang lingkup pekerjaan meliputi penggantian rotor turbin uap, diafragma dan peralatan bantu terkait, penggantian satu set lengkap menara pendingin termasuk struktur dan peralatan berbahan fiberglass reinforced polymer, serta penggantian impeller pompa hot well, motor, dan aksesorinya.
Untuk Unit 2, proyek ini melibatkan penggantian rotor turbin uap, diafragma dan peralatan bantu terkait, penggantian peralatan dan komponen internal menara pendingin, serta penggantian impeller pompa hot well, motor, dan aksesorinya.
Proyek ini dilaksanakan dengan disiplin keselamatan dan operasional yang kuat, dengan capaian zero Fatalities, zero Lost Time Injuries (LTI), dan zero Total Recordable Injuries (TRI), serta mencatat total 713.464 jam kerja aman selama pelaksanaan proyek.
"Ekspansi berkelanjutan kami mencerminkan keyakinan bahwa energi panas bumi dan angin merupakan pilar fundamental masa depan energi bersih Indonesia. Tonggak ini mendukung pertumbuhan ekonomi nasional serta berkontribusi nyata terhadap perjalanan Indonesia menuju netzero emissions, dengan menyediakan pasokan listrik baseload yang andal sekaligus menurunkan intensitas karbon di sektor ketenagalistrikan,"tambah Hendra
Commercial Operation Date (COD) kedua unit ini juga tercapai lebih cepat dari jadwal, dengan ratarata sekitar 20 hari lebih awal dari tanggal target masing-masing unit, mencerminkan koordinasi yang kuat dan pelaksanaan proyek yang disiplin.
Melalui proyek-proyek ini, Barito Renewables semakin memperkuat perannya sebagai mitra strategis pemerintah dalam mewujudkan target bauran energi terbarukan nasional sebesar 23% pada tahun 2025 serta mempercepat pengembangan energi berkelanjutan berbasis panas bumi dan angin. (end)
Riset Terkait
Berita Terkait
