BPIFK PACU IKM KERAJINAN TEMBUS PASAR GLOBAL
Share via
Category
Business Economics
Published On
08 May 2026
12735408
IQPlus, (8/5) - Kementerian Perindustrian terus memperluas akses pasar global bagi industri kecil dan menengah (IKM) nasional, khususnya sektor fesyen dan kriya. Melalui Balai Pemberdayaan Industri Fesyen dan Kriya (BPIFK) Bali, Kemenperin memfasilitasi partisipasi IKM binaan dalam ajang internasional Home InStyle 2026 yang diselenggarakan oleh Hong Kong Trade Development Council (HKTDC) pada 27-30 April 2026 di Hong Kong Convention and Exhibition Centre, Hong Kong.
Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita menyampaikan, produk kerajinan Indonesia memiliki potensi besar untuk semakin kompetitif di pasar global apabila terus didorong melalui inovasi desain, pemanfaatan bahan baku berkelanjutan, serta penguatan nilai fungsi produk sesuai kebutuhan konsumen dunia.
"Produk kerajinan nasional yang mengedepankan kreativitas dan inovasi memiliki peluang besar untuk menembus pasar internasional. Karena itu, Kemenperin terus mendukung pengembangan kapasitas dan promosi IKM agar mampu bersaing di pasar global," ujar Menperin dalam keterangannya, Jumat (8/5).
Menperin juga mengapresiasi semangat para pelaku IKM yang terus berupaya meningkatkan kualitas dan memperluas pasar ekspornya melalui partisipasi pada pameran internasional. Menurutnya, keikutsertaan dalam ajang global tidak hanya membuka peluang transaksi bisnis, tetapi juga memperkaya wawasan, pengalaman, serta jejaring kemitraan internasional bagi para pelaku industri.
"Melalui kegiatan seperti ini, diharapkan IKM Indonesia dapat semakin adaptif terhadap perkembangan tren global dan mampu memperluas akses pasar ekspor secara berkelanjutan," tambahnya.
Partisipasi pada Home InStyle 2026 menjadi salah satu langkah strategis Kemenperin dalam memperkenalkan produk kriya Indonesia pada platform internasional yang merepresentasikan perkembangan tren gaya hidup global. Pameran ini mengangkat tema inovasi material, eksplorasi budaya, dan penguatan kreativitas desain, sekaligus menampilkan solusi berbasis teknologi untuk mendukung kebutuhan masyarakat lanjut usia seiring berkembangnya tren silver economy.
Direktur Jenderal Industri Kecil, Menengah, dan Aneka (IKMA) Reni Yanita mengatakan, keikutsertaan IKM binaan dalam pameran internasional menjadi sarana penting untuk meningkatkan wawasan terhadap perkembangan tren desain dan inovasi kreatif dunia.
"Pada ajang Home InStyle 2026, Ditjen IKMA melalui BPIFK membawa tiga IKM alumni program Creative Business Incubator (CBI), yakni Manamu dari Bali, Kampoeng Anyaman dari Jawa Tengah, dan Koto Batu dari Banten," jelas Reni. (end)
Related Research
News Related
