BCA Sekuritas
    langid
    Berita Harian

    BORNEO INDOBARA JADI PENGGUNA REC TERBESAR DI KALIMANTAN

    Kategori

    Ekonomi Bisnis

    Terbit Pada

    03 March 2026

    06151771

    IQPlus, (3/3) - PT PLN (Persero) melalui PLN Unit Induk Distribusi (UID) Kalimantan Selatan dan Kalimantan Tengah kembali menyalurkan 23.040 unit Renewable Energy Certificate (REC) atau setara 23 MWh listrik hijau kepada PT Borneo Indobara (BIB) pada Minggu (8/2).

    Penambahan ini menjadi bagian dari kolaborasi berkelanjutan antara PLN dan sektor industri untuk mendorong praktik pertambangan yang lebih ramah lingkungan atau green mining.

    Dengan tambahan tersebut, total penggunaan REC oleh PT BIB kini mencapai 42.096 unit atau setara 42 MWh, meningkat signifikan dari 19.056 unit yang telah dimanfaatkan sejak 2023.

    Capaian ini menjadikan PT BIB sebagai pengguna REC terbesar di wilayah Kalimantan.

    Chief Operating Officer (COO) PT BIB, Raden Utoro, menyampaikan apresiasi atas dukungan PLN dalam merealisasikan program Green Mining Realization, khususnya melalui penyediaan REC.

    Ia menjelaskan bahwa kebutuhan listrik perusahaan yang diproyeksikan mencapai 200-240 MVA pada 2028 tidak hanya menuntut pasokan yang andal dan mencukupi, tetapi juga sumber energi yang lebih bersih dan berkelanjutan.

    Menurut Raden, langkah ini sejalan dengan agenda pemerintah dalam menekan emisi karbon, meningkatkan efisiensi energi, mengurangi ketergantungan impor bahan bakar, serta memperkuat ketahanan energi nasional.

    Raden melanjutkan, komitmen Green Mining Realization yang ditunjukkan oleh PT BIB bukan hanya melalui penggunaan layanan REC PLN.

    Pihaknya juga terus melakukan pendekatan ramah lingkungan dalam berbagai sektor, termasuk elektrifikasi armada operasional.

    "Program ini menjadi salah satu yang pertama di Indonesia untuk skala besar, dengan target elektrifikasi pada 2026 sebesar 25 persen armada telah beralih ke listrik. Selanjutnya hingga 2028 ditargetkan mencapai 75 persen, serta pada 2028 - 2029 menuju target nol emisi," jelasnya. (end)