BCA Sekuritas
langid
Berita Harian

BNI TUNTASKAN PROGRAM BUY BACK SAHAM SENILAI RP905,4 MILIAR

Terbit Pada

07 July 2026

Saham Terkait

Terakhir diperbarui: 06-07-2026, 02:41:pm

18732061

IQPlus, (7/7) - PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk (BNI) secara resmi mengumumkan penghentian dan penyelesaian seluruh periode transaksi pembelian kembali (buyback) saham tahun 2026. Keputusan ini resmi dilaporkan oleh perseroan kepada Otoritas Jasa Keuangan (OJK) pada Senin, 6 Juli 2026.

Sekretaris Perusahaan BNI, Okki Rushartomo, menyampaikan bahwa dalam pelaksanaan program buyback ini, perseroan telah membeli kembali saham sebanyak 77.856.100 lembar saham. Aksi korporasi ini mengacu pada keputusan Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) yang digelar pada 9 March 2026, yang menyetujui anggaran buyback sebesar-besarnya Rp905.480.000.000,- termasuk biaya-biaya terkait.

"Memperhatikan kondisi makroekonomi, kondisi pasar, dan kebutuhan pelaksanaan pengalihan saham, perseroan telah menghentikan pelaksanaan pembelian kembali saham dan menyelesaikan seluruh periode transaksi buyback," ujar pihak manajemen dalam keterbukaan informasi.

Seluruh saham yang telah dibeli kembali tersebut saat ini disimpan sebagai saham treasuri (treasury stock). Sesuai dengan rencana yang telah disetujui dalam RUPST, saham-saham tersebut nantinya akan dialihkan melalui Program Kepemilikan Saham bagi Pegawai (Employee Share Ownership Program) dengan tetap mematuhi peraturan yang berlaku.

Manajemen BNI juga memastikan bahwa penghentian dan penyelesaian transaksi buyback ini tidak akan memberikan dampak negatif terhadap kegiatan operasional, hukum, maupun kelangsungan usaha perseroan. Kondisi permodalan dan likuiditas BNI dipastikan tetap kuat dan sehat.

"Perseroan masih memiliki rasio kecukupan modal (CAR) yang berada di level yang sehat serta arus kas operasional yang memadai untuk mendukung seluruh rencana bisnis dan pengembangan usaha ke depan," tulis manajemen.

Aksi korporasi ini juga ditegaskan sebagai salah satu langkah strategis BNI dalam mendukung stabilitas perdagangan saham di tengah dinamika kondisi pasar modal saat ini, tanpa mengganggu kondisi fundamental perusahaan. (end)