BCA Sekuritas
langid
Berita Harian

BKSL BUKUKAN PENDAPATAN Rp744,31 MILIAR DI SEMESTER I 2026

Terbit Pada

03 August 2026

Saham Terkait

Terakhir diperbarui: 08-07-2026, 04:11:pm

21431284

IQPlus, (3/8) - PT Sentul City Tbk (BKSL) membukukan kinerja yang lebih baik pada semester pertama 2026. Perseroan mencatat pendapatan neto sebesar Rp744,31 miliar, meningkat 53,89% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya sebesar Rp483,67 miliar.

Sejalan dengan kenaikan pendapatan, beban pokok pendapatan naik menjadi Rp352,24 miliar dari Rp206,31 miliar pada semester I 2025. Meski demikian, laba bruto tetap meningkat signifikan menjadi Rp392,06 miliar, atau naik sekitar 41,36% dibandingkan Rp277,36 miliar pada periode yang sama tahun lalu.

Di tingkat operasional, Perseroan membukukan laba usaha sebesar Rp208,69 miliar, meningkat 49,69% dibandingkan Rp139,42 miliar pada semester I 2025. Peningkatan tersebut ditopang oleh pertumbuhan pendapatan yang lebih tinggi meskipun beban umum dan administrasi serta beban pajak final mengalami kenaikan.

Laba sebelum beban pajak penghasilan melonjak menjadi Rp88,24 miliar, dibandingkan Rp18,12 miliar pada semester I tahun lalu atau meningkat sekitar 386,94%. Karena tidak terdapat beban pajak penghasilan pada kedua periode, laba neto tahun berjalan juga tercatat sebesar Rp88,24 miliar, naik dengan persentase yang sama dibandingkan Rp18,12 miliar pada semester I 2025.

Sementara itu, laba neto yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk mencapai Rp89,84 miliar, melonjak dari Rp14,58 miliar pada periode yang sama tahun sebelumnya. Adapun kepentingan non-pengendali mencatat rugi sebesar Rp1,60 miliar, berbalik dari laba Rp3,54 miliar pada semester I 2025.

Kenaikan laba turut mendorong peningkatan laba per saham dasar menjadi Rp0,54, dibandingkan Rp0,09 pada semester I 2025.

Dari sisi neraca, hingga 30 Juni 2026 total aset Perseroan mencapai Rp21,82 triliun, meningkat sekitar 2,63% dibandingkan posisi 31 Desember 2025 sebesar Rp21,26 triliun.

Sementara itu, total liabilitas meningkat menjadi Rp5,74 triliun dari Rp5,27 triliun pada akhir 2025, terutama dipengaruhi kenaikan pinjaman bank jangka panjang. Di sisi lain, total ekuitas juga meningkat menjadi Rp16,08 triliun dari Rp15,99 triliun pada akhir tahun lalu, didukung oleh akumulasi laba selama periode berjalan. (end)