BCA Sekuritas
    langid
    Berita Harian

    BKPM PERCEPAT PENGEMBANGAN BIOFUEL TERINTEGRASI DI LAMPUNG

    Kategori

    Ekonomi Bisnis

    Terbit Pada

    10 June 2026

    16041419

    IQPlus, (10/6) - Kementerian Investasi dan Hilirisasi/Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) mempercepat pengembangan pabrik biofuel terintegrasi di Provinsi Lampung sebagai bagian dari upaya mendorong hilirisasi sektor perkebunan sekaligus memperkuat ketahanan energi nasional.

    Dalam keterangan resmi di Jakarta, Rabu, Wakil Menteri Investasi dan Hilirisasi/Wakil Kepala BKPM Todotua Pasaribu menyampaikan proyek yang mengusung konsep bioetanol terintegrasi tersebut diharapkan menjadi model pengembangan energi terbarukan berbasis pertanian dan sumber daya domestik.

    Komitmen tersebut ditegaskan dirinya dalam rapat koordinasi dan kunjungan lapangan pengembangan bioetanol terintegrasi di provinsi lampung bersama Pemerintah Provinsi Lampung, PT Pertamina New and Renewable Energy (PNRE), PT Toyota Motor Manufacturing Indonesia (TMMIN), serta para pemangku kepentingan terkait pada Selasa (9/6).

    Dalam kesempatan itu juga dilakukan penandatanganan Joint Declaration bertajuk Collaboration in Establishing Bioethanol Ecosystem Development oleh Pemerintah Provinsi Lampung, PNRE, TMMIN, dan PT Toyota Tsusho Indonesia (TTI).

    Deklarasi tersebut menjadi landasan kolaborasi dalam pengembangan rantai pasok bahan baku, pembangunan fasilitas produksi bioetanol, penguatan kemitraan dengan sektor pertanian, pengembangan teknologi, serta percepatan realisasi investasi guna mendukung ketahanan energi nasional.

    Menurut Todotua, Lampung dipilih sebagai lokasi awal pengembangan karena memiliki keunggulan dari sisi ketersediaan bahan baku dan dukungan infrastruktur.

    "Lampung memiliki feedstock paling mumpuni untuk pengembangan bioetanol nasional. Selain itu, posisinya sangat strategis karena dapat memasok kebutuhan Sumatera dan sebagian Jawa yang merupakan pusat konsumsi energi terbesar di Indonesia. Karena itu, kami menetapkan Lampung sebagai lokasi awal pengembangan ekosistem bioetanol nasional," tegas Todotua.

    Dalam kunjungan lapangan ke Kecamatan Tegineneng, Kabupaten Pesawaran, dan Desa Rejosari, Kabupaten Lampung Selatan, rombongan meninjau kesiapan lokasi yang diproyeksikan menjadi kawasan pengembangan bioetanol terintegrasi.

    Hasil peninjauan menunjukkan Lampung memiliki potensi bahan baku yang kuat, baik dari molases tebu, sorgum, maupun limbah biomassa yang dapat dimanfaatkan untuk pengembangan bioetanol generasi pertama dan generasi kedua (second generation bioethanol). (end/ant)