BCA Sekuritas
langid
Berita Harian

BKPM : BANTEN DAERAH STRATEGIS INVESTASI KESEHATAN HINGGA PENDIDIKAN

Kategori

Ekonomi Bisnis

Terbit Pada

13 October 2026

28536536

IQPlus, (13/10) - Deputi Bidang Pengembangan Iklim Penanaman Modal pada Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Riyatno, mengatakan, Banten merupakan daerah strategis untuk pusat investasi kesehatan, pendidikan, pariwisata karena didukung oleh keunggulan infrastruktur.

Ia menjelaskan, sejak 2025, realisasi investasi bidang kesehatan di Banten telah mencapai Rp12,7 triliun. Pada semester I 2026, realisasinya menyentuh angka Rp1,9 triliun, meningkat Rp800 miliar dibandingkan periode yang sama pada 2025.

Di sektor perhotelan, keberadaan Bandara Internasional Soekarno-Hatta dinilai sangat mendukung peningkatan kunjungan wisatawan asing. Melalui pengembangan infrastruktur kepariwisataan, khususnya menuju KEK Tanjung Lesung, Banten menjadi destinasi primadona baru bagi wisatawan.

Termasuk dalam sektor pendidikan tinggi, Banten menjadi daerah yang memiliki kampus bertaraf internasional di BSD, yakni Monash University Indonesia," kata Riyatno dalam keterangannya di Tangerang, Selasa.

Secara makro, ekonomi Banten terus mencatatkan tren positif. Pada semester I 2026, pertumbuhan ekonomi mencapai 5,45 persen, berada di atas rata-rata nasional. Capaian ini ditopang oleh aliran investasi yang menempatkan Banten di posisi lima besar secara nasional.

"Dengan tren positif dan dukungan kuat dari seluruh pihak, kami meyakini target pertumbuhan ekonomi sebesar 8 persen pada 2029 seperti yang ditargetkan Presiden Prabowo dapat tercapai," kata Riyatno.

Wakil Gubernur (Wagub) Banten Achmad Dimyati Natakusumah menambahkan, sejak 2024, Banten telah memiliki kawasan International Education, Technology, and Healthcare Special Economic Zone (ETKI SEZ) di BSD, Kabupaten Tangerang. Selain untuk tiga sektor di atas, kawasan ini juga menjadi pusat pengembangan ekonomi kreatif dan digital.

Selain itu, saat ini terdapat sejumlah pusat industri dan ekonomi yang terus berkembang antara lain BSD, Lippo, dan Sedayu di wilayah Tangerang Raya, kawasan industri di Kota Cilegon dan Serang, serta Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Tanjung Lesung di Kabupaten Pandeglang.

Guna mendukung keberlanjutan investasi, Pemerintah Provinsi (Pemprov) Banten terus melengkapi infrastruktur penunjang, seperti ketersediaan lahan, kemudahan perizinan, serta jaminan keamanan dan kenyamanan bagi para investor.

Banten mempunyai ketersediaan lahan yang produktif, SDA (sumber daya alam) yang bagus, SDM (sumber daya manusia) yang andal, regulasi yang baik, daerah yang aman, serta infrastruktur yang mendukung. Ini akan sangat menguntungkan bagi investor. Belum lagi kawasan pantai kita cukup panjang dengan bentangan laut yang luas dan indah," ujar Wagub Dimyati.

Ia juga menyambut baik penandatanganan nota kesepahaman (MoU) antara Direktur PT Banten West Java (Tanjung Lesung SEZ) Poernomo Siswoprasetijo dan Direktur PT Bro Skydive Indonesia Fanny Kusuma Dewi terkait pengembangan destinasi dan fasilitas terjun payung (skydiving) berstandar internasional di KEK Tanjung Lesung yang ditargetkan beroperasi pada Desember 2026.

Wagub Dimyati meyakini langkah tersebut akan mendorong KEK Tanjung Lesung menjadi pusat pertumbuhan ekonomi baru, khususnya di sektor pariwisata. Prospek ini juga didukung oleh penyelesaian akses Jalan Tol Serang-Panimbang yang ditargetkan rampung tahun depan.

"Ini akan mempermudah aksesibilitas masyarakat yang akan berkunjung ke KEK Tanjung Lesung. Apalagi, nantinya akan ada bandara perintis dan dermaga. Oleh karena itu, saya menginstruksikan Kepala DPMPTSP untuk terus berkoordinasi dengan BKPM terkait berbagai peluang investasi yang bisa ditarik ke Banten," jelas Wagub Dimyati. (end/ant)

BCA Sekuritas | BCA Sekuritas