BISNIS RITEL JADI MESIN BARU, ASLC TARGETKAN PERTUMBUHAN DOUBLE DIGIT 2026
Share via
Terbit Pada
28 April 2026
Saham Terkait
Terakhir diperbarui: 12-02-2026, 04:30:pm
11740645
IQPlus, (28/4) - PT Autopedia Sukses Lestari Tbk (ASLC) mencatatkan tonggak sejarah baru pada awal tahun 2026. Unit bisnis penjualan retail mobil bekas mereka, Caroline.id, sukses membukukan laba operasi untuk pertama kalinya sebesar Rp2,6 miliar sepanjang kuartal I-2026.
Pencapaian ini menjadi katalis utama melonjaknya pendapatan konsolidasi emiten Grup ASSA ini sebesar 27% secara tahunan (Year-on-Year/YoY), dari Rp222,5 miliar pada periode yang sama tahun lalu menjadi Rp283,6 miliar. Performa apik di lini retail ini sekaligus mengompensasi melandainya kinerja di lini bisnis lelang, JBA.
Presiden Direktur ASLC, Jany Candra, menyatakan bahwa keberhasilan Caroline.id merupakan bukti bahwa model bisnis omnichannel yang diusung Perseroan telah berada di jalur yang tepat. Caroline.id sendiri menyumbang pendapatan sebesar Rp234,4 miliar, atau tumbuh signifikan 51% dibandingkan kuartal I-2025.
"Peningkatan pendapatan yang signifikan ini membuat unit bisnis Caroline.id membukukan laba operasi pertama. Ini menjadi petunjuk bagi kami untuk mencapai visi menjadi omnichannel automotive marketplace paling terpercaya di Tanah Air," ujar Jany dalam keterangannya, Selasa (28/4/2026).
Tantangan di Lini Lelang
Berbanding terbalik dengan lini retail, unit bisnis lelang JBA justru mengalami koreksi. Pendapatan JBA tercatat sebesar Rp50,1 miliar, turun dari Rp66,5 miliar pada periode yang sama tahun sebelumnya.
Jany menjelaskan, penurunan ini merupakan efek domino dari melemahnya pembelian mobil baru sepanjang tahun 2025. Kondisi tersebut diperparah dengan sikap lembaga pembiayaan (leasing dan bank) yang semakin selektif dalam menyalurkan kredit akibat ketidakpastian ekonomi.
"Pengetatan penyaluran pinjaman membuat jumlah mobil yang ditarik untuk dilelang karena gagal bayar menjadi lebih sedikit," imbuh Jany.
Diversifikasi dan Optimisme 2026
Meski lini lelang melambat, ASLC optimistis penurunan ini bersifat sementara hingga paruh kedua 2026. Sebagai strategi mitigasi, JBA mulai melakukan diversifikasi dengan melelang berbagai barang elektronik seperti laptop dan komputer untuk menambah pundi-pundi pendapatan.
Selain itu, bisnis baru di sektor pegadaian, MotoGadai, juga mulai menunjukkan kontribusi meski masih dalam tahap awal dengan pendapatan Rp527,6 juta di kuartal pertama ini.
Melihat fundamental yang semakin solid, ASLC tetap mematok target ambisius hingga akhir tahun. "Kami optimis target pertumbuhan pendapatan double digit akan dapat dicapai pada tahun 2026," tutup Jany. (end)
Riset Terkait
Berita Terkait
