BIO FARMA DORONG MANUFAKTUR VAKSIN SEBAGAI INFRASTRUKTUR STRATEGIS
Share via
Kategori
Ekonomi Bisnis
Terbit Pada
28 September 2026
27035844
IQPlus, (28/9) - Kemampuan memproduksi vaksin di kawasan sendiri perluditempatkan sebagai bagian dari infrastruktur strategis untuk memperkuat ketahanankesehatan. Penguatan kapasitas manufaktur lokal tidak hanya penting untuk menjagakeberlanjutan pasokan vaksin, tetapi juga untuk membangun sistem kesehatan yang lebihtangguh, memperkuat kapasitas industri, serta mendorong integrasi dan pembangunanekonomi di negara-negara Global South.
Pesan tersebut disampaikan Direktur Utama PT Bio Farma (Persero), Shadiq Akasya, dalamside event bertajuk "Promoting Regional Integration through South-South and Triangular Cooperation" yang diselenggarakan di sela-sela 81st Session of the United Nations General Assembly (UNGA 81) di New York, 22 September 2026. UNGA ke-81 tahun ini mengangkattema "Restoring Trust, Managing Transformation: A United Nations that Delivers for All".
"Ketika kita berbicara tentang integrasi kawasan, biasanya yang terlintas adalah jalan, pelabuhan, dan jaringan listrik. Namun, pandemi menunjukkan kepada kita sesuatu yang lain. Kemampuan untuk memproduksi vaksin di kawasan sendiri juga merupakan infrastrukturyang sangat penting. Dalam situasi krisis, ketika pasokan berhenti di perbatasan, kemampuanproduksi di dalam negeri menjadi sangat krusial," ujar Shadiq.
Forum yang diselenggarakan oleh Islamic Development Bank (IsDB) dan United Nations Office for South-South Cooperation (UNOSSC) tersebut mempertemukan pembuatkebijakan, lembaga pembangunan, organisasi internasional dan regional, serta sektor swasta untuk membahas penguatan integrasi kawasan melalui South-South and Triangular Cooperation (SSTrC). Kerja sama tersebut diarahkan untuk menghubungkan kebutuhanpembangunan dengan pengetahuan, teknologi, keahlian, pembiayaan, serta kapasitasimplementasi yang tersedia di negara-negara Global South.
Dalam forum tersebut, Bio Farma membawa perspektif industri mengenai Reverse Linkage, mekanisme kerja sama IsDB yang menghubungkan pengetahuan, teknologi, keahlian, kapasitas kelembagaan, dan sumber daya antarnegara di Global South.
Menurut Bio Farma, pembangunan kapasitas manufaktur vaksin tidak cukup hanya melaluipembangunan fasilitas dan transfer teknologi. Keberlanjutannya membutuhkan ekosistemyang mencakup sumber daya manusia, sistem kesehatan, regulasi, pengadaan, manufaktur, dan pembiayaan. Untuk itu, Bio Farma mendorong pendekatan 4S + 1F yang terdiri atasStronger Health Systems, Stronger Regulators, Stronger Procurement, Stronger Manufacturing, serta Financing.
"Tanpa demand yang berkelanjutan, fasilitas produksi baru tidak akan dapat bertahan. Karena itu, pembangunan manufaktur harus berjalan bersama dengan penguatan sistem kesehatan, regulator, pengadaan, dan pembiayaan," kata Shadiq. Pendekatan tersebut menempatkankeberlanjutan demand sebagai salah satu faktor penting agar kapasitas produksi yang telahdibangun dapat terus beroperasi dan berkembang. (end)
Riset Terkait
Berita Terkait
