BIDIK RP4,1 TRILIUN DARI RIGHTS ISSUE, ENRG SIAP EKSPANSI ASET MIGAS
Share via
Terbit Pada
11 June 2026
Saham Terkait
Terakhir diperbarui: 11-06-2026, 11:03:am
16150963
IQPlus, (11/6) - Perusahaan minyak dan gas bumi nasional, PT Energi Mega Persada Tbk (Perseroan), resmi mengumumkan rencana penambahan modal dengan memberikan Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu IV (PMHMETD IV) atau rights issue.
Melalui aksi korporasi yang telah mengantongi persetujuan Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) pada 5 Juni 2026 ini, emiten berkode saham ENRG tersebut membidik dana segar dalam jumlah fantastis, yakni mencapai Rp4.117.504.281.250.
Dalam implementasi rights issue tersebut, Perseroan bakal melepas sebanyak-banyaknya 13.282.271.875 lembar Saham Baru Seri B dengan nilai nominal Rp100 per saham. Jumlah saham baru yang dikeluarkan dari portepel ini setara dengan 33,33% dari total modal yang ditempatkan dan disetor penuh setelah pelaksanaan PMHMETD IV.
Manajemen menetapkan harga pelaksanaan sebesar Rp310 untuk setiap saham baru, di mana setiap pemegang dua saham lama yang namanya tercatat dalam Daftar Pemegang Saham (DPS) pada 18 Agustus 2026 pukul 16.00 WIB berhak atas satu HMETD.
Aksi korporasi ini menyebabkan restrukturisasi kepemilikan di jajaran pemegang saham utama Perseroan. PT Shima Global Kapital selaku pemegang saham pengendali menyatakan tidak akan mengeksekusi haknya, melainkan mengalihkan seluruh 2.330.711.206 HMETD miliknya kepada PT Bakrie Kalila Investment (BKI).
Di sisi lain, BKI berkomitmen melaksanakan seluruh hak barunya beserta hak yang dialihkan dari Shima, serta bersama pihak terafiliasi siap bertindak sebagai pembeli siaga untuk menyerap sisa saham baru hingga maksimal 10.478.125.162 lembar saham.
Berdasarkan rencana penggunaan dana, manajemen mengalokasikan mayoritas dana segar yang diperoleh dari masyarakat untuk memperkuat fundamental bisnis operasional grup. Sekitar 96,59% dana hasil emisi setelah dikurangi biaya-biaya terkait akan disalurkan untuk meningkatkan penyertaan modal pada anak-anak usaha Perseroan, baik secara langsung maupun tidak langsung.
Sementara itu, sisa dana sekitar 3,41% akan dimanfaatkan langsung oleh Perseroan untuk menopang kebutuhan modal kerja sehari-hari serta pemenuhan biaya operasional umum. Langkah penambahan modal ini sejalan dengan kinerja keuangan korporasi yang menunjukkan tren pertumbuhan positif pada awal tahun buku 2026.
Manajemen mengingatkan, bagi investor lama yang memilih tidak mengeksekusi haknya dalam PMHMETD IV ini juga dipastikan akan mengalami dilusi persentase kepemilikan saham dalam jumlah material, yakni maksimal sebesar 33,33%. Sesuai jadwal indikatif yang dirilis, periode perdagangan dan pelaksanaan HMETD akan berlangsung selama lima hari kerja, tepatnya mulai tanggal 20 hingga 28 Agustus 2026.
Sementara, saham baru hasil pelaksanaan perdagangan tersebut dijadwalkan dicatatkan di Bursa Efek Indonesia (BEI) pada 24 Agustus 2026. Manajemen menekankan bahwa hak memesan efek yang tidak digunakan hingga batas akhir tanggal 28 Agustus 2026 otomatis hangus dan dinyatakan tidak berlaku lagi bagi pemegang saham. (end)
Riset Terkait
Berita Terkait
