BCA Sekuritas
langid
Berita Harian

BIDIK MARKETING SALES RP 5,2 TRILIUN TAHUN INI, SUMMARECON ANDALKAN 9 KOTA TERPADU

Terbit Pada

11 June 2026

Saham Terkait

Terakhir diperbarui: 15-01-2026, 09:20:am

16159301

IQPlus, (11/6) - PT Summarecon Agung Tbk. (SMRA) menetapkan target penjualan pemasaran (marketing sales) yang optimistis untuk tahun buku 2026 sebesar Rp 5,2 triliun. Target strategis tersebut akan ditopang oleh kontribusi penjualan dari seluruh proyek properti perseroan yang tersebar di sembilan kawasan kota terpadu miliknya. Langkah ini diambil guna melanjutkan tren pertumbuhan positif yang berhasil dipertahankan perusahaan di tengah berbagai tantangan ekonomi.

Manajemen perseroan meyakini target tersebut sangat realistis mengingat tren awal tahun yang menunjukkan performa kuat. Sepanjang tiga bulan pertama atau kuartal I tahun 2026, Summarecon sukses mengantongi data penjualan properti senilai Rp 1,2 triliun. Angka ini mencerminkan lonjakan signifikan sebesar 37 persen jika dibandingkan dengan capaian pada periode yang sama di tahun sebelumnya.

Sebelumnya, emiten properti yang telah berusia 50 tahun ini berhasil menutup tahun buku 2025 dengan kinerja operasional yang melampaui ekspektasi. Summarecon membukukan marketing sales mencapai Rp 5,53 triliun pada 2025, atau tumbuh 27 persen dari target awal yang ditetapkan sebesar Rp 5 triliun. Pertumbuhan performa tersebut disampaikan langsung dalam Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) dan Public Expose yang digelar di Jakarta.

President Director Summarecon, Adrianto P. Adhi, mengungkapkan bahwa pertumbuhan ini didorong oleh tingginya permintaan pasar, khususnya pada segmen menengah dan menengah atas yang memiliki daya beli resiliensi tinggi. Guna menghadapi tantangan ekonomi ke depan, perusahaan akan berfokus pada pengelolaan kas secara prudent serta tetap konsisten mengembangkan konsep kota terpadu yang berkelanjutan. Pengembangan ini diharapkan mampu menciptakan nilai investasi jangka panjang bagi seluruh pemangku kepentingan.

Secara finansial, sepanjang tahun buku 2025, SMRA berhasil mengantongi total pendapatan sebesar Rp 8,77 triliun dengan perolehan laba bersih mencapai Rp 1,20 triliun. Unit Pengembangan Properti (Property Development) yang mencakup penjualan hunian, komersial, dan apartemen masih menjadi mesin pertumbuhan utama perseroan. Unit bisnis ini menyumbang pendapatan sebesar Rp 5,51 triliun atau berkontribusi sebesar 63 persen dari total pendapatan keseluruhan.

Sementara itu, segmen Investasi Properti dan Manajemen (Investment Property) turut menunjukkan performa positif dengan meraup pendapatan Rp 2,28 triliun, tumbuh 6 persen berkat peningkatan pendapatan sewa pusat perbelanjaan sebesar Rp 113,85 miliar. Sektor ini menyumbang 26 persen pendapatan perusahaan, disusul oleh segmen Bisnis Lain-lain (Other Business) seperti perhotelan yang menyumbang 11 persen atau senilai Rp 981,12 miliar.

Seiring dengan capaian laba bersih yang solid pada tahun lalu, RUPST Summarecon menyetujui pembagian dividen kepada para pemegang saham sebesar Rp 5 per lembar saham. Total anggaran dividen tunai yang akan digelontorkan oleh perseroan mencapai Rp 82.542.841.790. Keputusan ini menjadi bentuk komitmen dan apresiasi nyata perusahaan terhadap para investor setianya.

Selain menetapkan agenda keuangan dan target bisnis, RUPST tersebut juga mengumumkan perubahan serta pengukuhan susunan Dewan Komisaris dan Direksi perusahaan yang baru. Di jajaran manajemen teratas, Soetjipto Nagaria kembali dipercaya untuk menjabat sebagai Komisaris Utama , sementara posisi Direktur Utama atau President Director tetap dinakhodai oleh Adrianto Pitojo Adi. (end)