BCA Sekuritas
    langid
    Berita Harian

    BI YAKINI INFLASI TERJAGA SELAMA BULAN RAMADHAN

    Kategori

    Ekonomi Bisnis

    Terbit Pada

    20 February 2026

    05027258

    IQPlus, (20/2) - Bank Indonesia (BI) meyakini inflasi tetap terjaga dalam kisaran target 2,5 plus minus 1 persen atau rentang 1,5 persen sampai 3,5 persen selama periode Ramadhan hingga Hari Raya Idul Fitri 1447 Hijriah.

    "Bagaimana kondisi untuk di bulan Ramadan dan Lebaran ini? Semuanya masih terjaga. Tetapi masih ada dampak daripada administered prices akibat diskon listrik yang terjadi di tahun lalu, sehingga kami perkirakan angkanya sedikit di atas 3 persen," kata Deputi Gubernur BI Aida S. Budiman dalam konferensi pers hasil Rapat Dewan Gubernur (RDG) BI secara daring di Jakarta, Kamis.

    Terkait kondisi pangan, Aida mencatat bahwa pasokan sejauh ini terpantau tetap terjaga. Di samping itu, saat ini juga tengah berlangsung musim panen komoditas hortikultura seperti bawang merah, cabai merah, dan cabai rawit.

    Ia memastikan BI terus melakukan pemantauan harga secara mingguan dan seluruhnya masih berada dalam kisaran proyeksi bank sentral.

    "Jadi mudah-mudahan ini akan terus terjaga sampai dengan bulan Maret. Tetapi bahwa Januari, Februari ini agak sedikit tinggi, tapi karena dampak daripada diskon listrik yang terjadi di tahun lalu," kata Aida.

    Ia menambahkan bahwa ke depan, BI terus memperkuat koordinasi bersama Tim Pengendalian Inflasi Pusat/Daerah (TPIP/TPID) dan penguatan implementasi Gerakan Pengendalian Inflasi dan Pangan Sejahtera (GPIPS), sehingga diharapkan inflasi volatile food tetap terkendali.

    Pada Januari 2026, inflasi Indeks Harga Konsumen (IHK) tercatat sebesar 3,55 persen (year on year/yoy), lebih tinggi dibandingkan dengan realisasi pada bulan sebelumnya sebesar 2,92 persen (yoy). Capaian ini berarti sedikit melewati batas sasaran BI.

    "Sedikit di atas target inflasi kita 3,5 persen. Tapi ini sifatnya sementara," kata Aida.

    BI mencatat peningkatan tersebut disebabkan oleh faktor base effect kebijakan diskon tarif listrik rumah tangga sebesar 50 persen yang ditempuh pada Januari dan Februari 2025.

    Sementara itu, inflasi inti tetap terjaga rendah sebesar 2,45 persen (yoy) sejalan dengan kapasitas perekonomian yang masih dapat memenuhi peningkatan kegiatan ekonomi.

    Inflasi kelompok volatile food juga terjaga rendah sebesar 1,14 persen (yoy) seiring dengan peningkatan pasokan komoditas cabai merah, cabai rawit, dan bawang merah pada masa panen.

    Ke depan, BI meyakini inflasi tahun 2026 dan 2027 secara tahunan akan menurun sehingga tetap berada dalam kisaran sasaran 2,5 plus minus 1 persen.

    Inflasi inti diprakirakan tetap rendah sejalan dengan pertumbuhan ekonomi yang masih di bawah kapasitas serta didukung konsistensi suku bunga kebijakan moneter BI dalam menjangkar ekspektasi inflasi sesuai dengan sasarannya dan imported inflation yang tetap terkendali. (end/ant)