BI : UTANG LUAR NEGERI INDONESIA NOVEMBER 2025 MENURUN
Share via
Kategori
Ekonomi Bisnis
Terbit Pada
15 January 2026
01439333
IQPlus, (15/1) - Bank Indonesa (BI) menyampaikan bahwa Posisi Utang Luar Negeri (ULN) Indonesia pada November 2025 tercatat menurun. Pada periode tersebut, ULN Indonesia mencapai US$423,8 miliar, lebih rendah dibandingkan posisi Oktober 2025 yang sebesar US$424,9 miliar. Secara tahunan, ULN Indonesia mencatat pertumbuhan 0,2% (year on year/yoy), melambat dibandingkan pertumbuhan pada bulan sebelumnya yang sebesar 0,5% (yoy). Perlambatan ini terutama dipengaruhi oleh melambatnya pertumbuhan ULN sektor publik.
Posisi ULN pemerintah juga mengalami penurunan. Pada November 2025, ULN pemerintah tercatat sebesar US$209,8 miliar, lebih rendah dibandingkan posisi bulan sebelumnya yang mencapai US$210,5 miliar. Secara tahunan, pertumbuhan ULN pemerintah melambat dari 4,7% (yoy) pada Oktober 2025 menjadi 3,3% (yoy) pada November 2025. Perkembangan ini terutama dipengaruhi oleh pergerakan kepemilikan Surat Berharga Negara (SBN) di tengah masih tingginya ketidakpastian pasar keuangan global.
Sebagai salah satu instrumen pembiayaan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN), ULN pemerintah tetap dikelola secara cermat, terukur, dan akuntabel. Pemanfaatannya terus diarahkan untuk mendukung pembiayaan program-program prioritas guna menjaga keberlanjutan fiskal serta memperkuat perekonomian nasional. Berdasarkan sektor ekonomi, ULN pemerintah dimanfaatkan antara lain untuk sektor Jasa Kesehatan dan Kegiatan Sosial sebesar 22,2%, Administrasi Pemerintahan, Pertahanan, dan Jaminan Sosial Wajib sebesar 19,7%, Jasa Pendidikan 16,4%, Konstruksi 11,7%, serta Transportasi dan Pergudangan 8,6%. Struktur ULN pemerintah didominasi oleh utang jangka panjang dengan pangsa mencapai 99,99% dari total ULN pemerintah.
Sementara itu, ULN swasta juga mencatat penurunan. Posisi ULN swasta pada November 2025 tercatat sebesar US$191,2 miliar, menurun dibandingkan Oktober 2025 yang sebesar US$191,7 miliar. Secara tahunan, ULN swasta mengalami kontraksi pertumbuhan sebesar 1,3% (yoy), membaik dibandingkan kontraksi bulan sebelumnya yang mencapai 1,5% (yoy). Perkembangan ini dipengaruhi oleh berkurangnya kontraksi ULN perusahaan bukan lembaga keuangan (nonfinancial corporations), yang tercatat sebesar 0,4% (yoy).
Berdasarkan sektor ekonomi, ULN swasta terbesar berasal dari sektor Industri Pengolahan, Jasa Keuangan dan Asuransi, Pengadaan Listrik dan Gas, serta Pertambangan dan Penggalian, dengan pangsa mencapai 80,5% dari total ULN swasta.
Secara keseluruhan, struktur ULN Indonesia tetap terjaga dan dinilai sehat. Hal ini tercermin dari rasio ULN terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) yang turun menjadi 29,3% pada November 2025, dari 29,4% pada Oktober 2025, serta dominasi ULN jangka panjang yang mencapai 86,1% dari total ULN.
Dalam rangka menjaga kesehatan struktur ULN, Bank Indonesia dan Pemerintah terus memperkuat koordinasi dalam memantau perkembangan ULN. Peran ULN juga akan terus dioptimalkan untuk menopang pembiayaan pembangunan dan mendorong pertumbuhan ekonomi nasional yang berkelanjutan, dengan tetap meminimalkan berbagai risiko yang dapat memengaruhi stabilitas perekonomian.
Data lengkap dan metadata terkini mengenai ULN Indonesia dapat diakses melalui publikasi Statistik Utang Luar Negeri Indonesia (SULNI) edisi Januari 2026 pada situs web Bank Indonesia maupun Kementerian Keuangan. (end)
Riset Terkait
Berita Terkait
