BCA Sekuritas
    langid
    Berita Harian

    BI TERUS LAKUKAN INTERVENSI DI PASAR VALAS UNTUK JAGA RUPIAH

    Kategori

    Ekonomi Bisnis

    Terbit Pada

    14 January 2026

    01338032

    IQPlus, (14/1) - Bank sentral Indonesia akan terus melakukan intervensi di pasar valuta asing untuk memastikan pergerakan nilai tukar rupiah mencerminkan fundamental mata uang tersebut, kata bank sentral pada hari Rabu, karena mata uang tersebut diperdagangkan mendekati titik terendah sepanjang sejarah.

    Rupiah telah terus terdepresiasi sepanjang tahun ini, dan mencapai titik terlemahnya sejak April 2025 pada hari Selasa sebelum sedikit pulih. Pada hari Rabu, rupiah telah turun 0,03% pada pukul 02.30 GMT menjadi 16.865 per dolar.

    Rupiah mencapai titik terendah sepanjang masa terhadap dolar AS pada April 2025.

    Penurunan rupiah sejalan dengan mata uang regional lainnya, didorong oleh meningkatnya ketegangan geopolitik serta kekhawatiran pasar tentang independensi bank sentral di beberapa negara maju, kata Erwin Gunawan Hutapea, kepala manajemen moneter di Bank Indonesia (BI), dalam sebuah pernyataan.

    "Bank Indonesia akan tetap aktif di pasar untuk memastikan pergerakan nilai tukar rupiah sejalan dengan nilai fundamental dan mekanisme pasar yang sehat," kata Hutapea, menggunakan frasa yang digunakan bank sentral untuk menggambarkan intervensinya di pasar.

    Rupiah mencapai titik terendah sepanjang masa terhadap dolar AS pada April 2025.

    Penurunan rupiah sejalan dengan mata uang regional lainnya, didorong oleh meningkatnya ketegangan geopolitik serta kekhawatiran pasar tentang independensi bank sentral di beberapa negara maju, kata Erwin Gunawan Hutapea, kepala manajemen moneter di Bank Indonesia (BI), dalam sebuah pernyataan.

    BI telah melakukan intervensi di pasar forward non-deliverable onshore di Asia, Eropa, dan Amerika, serta di pasar spot domestik, forward non-deliverable, dan pasar obligasi, kata Hutapea.

    Para analis mengatakan ada juga kekhawatiran domestik tentang posisi fiskal Indonesia, setelah pemerintah melaporkan defisit anggaran sebesar 2,92% dari PDB pada tahun 2025, mendekati batas maksimal yang ditetapkan sebesar 3% dari PDB. (end/Reuters)