BCA Sekuritas
langen
Daily News

BI : SISTEM KEUANGANN TETAP KUAT DITENGAH KETIDAKPASTIAN GLOBAL

Category

Business Economics

Published On

15 September 2026

25740176

IQPlus, (15/9) - Di tengah meningkatnya ketidakpastian global, sistem keuangan Indonesia tetap kuat dan solid, pertumbuhan ekonomi tetap baik, dan stabilitas makroekonomi tetap terjaga. Hal itu disampaikan Deputi Gubernur Bank Indonesia Solikin M. Juhro dalam peluncuran buku Kajian Stabilitas Keuangan (KSK) No. 47 Agustus 2026 di Bank Indonesia, Jakarta (14/9).

Solikin menggambarkan sistem keuangan Indonesia layaknya akar bambu yang kokoh menghadapi tekanan namun lentur mengikuti arah angin. Fundamental ekonomi yang kuat membuat sistem keuangan mampu menghadapi guncangan, namun tetap responsif dan adaptif terhadap perubahan.

Peluncuran dihadiri Kepala Eksekutif Pengawas Perbankan OJK Dian Ediana Rae dan Sekretaris KSSK Arief Wibisono, serta perwakilan Kementerian PPN, LPS, perbankan, industri keuangan non bank, asosiasi, ekonom, dan akademisi.

Solikin menekankan pentingnya memaknai RESILIENSI melalui empat prinsip: RE (Responsif membaca perubahan gejolak global), SI (Sinergi antar kementerian, lembaga, otoritas dan industri), LIEN (Lincah dan Enduring dalam beradaptasi serta bertahan), dan SI (Siaga mengantisipasi kerentanan serta menjaga ketahanan sistem keuangan).

Menurutnya, sistem keuangan yang resilien tidak hanya mampu bertahan menghadapi tekanan, tetapi juga harus mampu mengubah ketahanan menjadi pembiayaan yang lebih kuat bagi perekonomian.

Bank Indonesia terus memperkuat bauran kebijakan makroprudensial yang longgar untuk mendorong intermediasi perbankan ke sektor produktif dan prioritas melalui penguatan Kebijakan Insentif Likuiditas Makroprudensial (KLM) serta program Percepatan Intermediasi Indonesia (PINISI), dengan tetap mengedepankan prinsip kehati-hatian. Bank Indonesia optimis kredit/pembiayaan perbankan tahun 2026 mampu tumbuh 8-12%.

Bank Indonesia juga menyelenggarakan seminar nasional bertema "Resiliensi Sistem Keuangan sebagai Fondasi Pertumbuhan Ekonomi Indonesia".

Narasumber seminar adalah Direktur Departemen Kebijakan Makroprudensial BI Dhaha Praviandi K., Direktur Perencanaan Fiskal, Moneter, dan Sektor Keuangan Kementerian PPN Tari Lestari, serta Ketua Umum APINDO Shinta Widjaja Kamdani. Seminar dilengkapi testimoni dari Sekretaris Himbara Eko Setyo Nugroho.

Buku KSK No. 47 mengusung tema "Menjaga Resiliensi Sistem Keuangan, Memperkuat Momentum Pertumbuhan Ekonomi". Stabilitas sistem keuangan pada semester I 2026 tetap kuat, ditopang CAR perbankan 23,70% serta NPL bruto 2,09% dan neto 0,82% pada Juni 2026. Ketahanan tersebut memperluas ruang intermediasi perbankan untuk mendukung pertumbuhan ekonomi nasional. (end)