BI SIAP JAGA STABILITAS RUPIAH DI TENGAH ESKALASI KONFLIK TIMUR TENGAH
Share via
Kategori
Komoditi
Terbit Pada
02 March 2026
06035019
IQPlus, (2/3) - Bank Indonesia (BI) memastikan akan terus menjaga stabilitas nilai tukar rupiah di tengah meningkatnya ketidakpastian pasar keuangan global akibat eskalasi konflik di Timur Tengah.
Kepala Departemen Pengelolaan Moneter dan Aset Sekuritas (DPMA) BI, Erwin Gunawan Hutapea, mengatakan peningkatan tensi geopolitik pasca serangan Amerika Serikat ke Iran telah mendorong sentimen risk off di pasar keuangan global. Kondisi tersebut berpotensi memicu volatilitas di berbagai instrumen keuangan, termasuk nilai tukar.
"Bank Indonesia akan terus mencermati pergerakan pasar secara seksama dan merespons secara tepat, termasuk memastikan nilai tukar rupiah bergerak sesuai dengan fundamentalnya," ujar Erwin dalam keterangan resmi, Senin.
Sebagai langkah konkret, BI akan tetap hadir di pasar melalui berbagai instrumen intervensi. Upaya tersebut dilakukan baik melalui transaksi Non-Deliverable Forward (NDF) di pasar luar negeri maupun transaksi spot dan Domestic Non-Deliverable Forward (DNDF) di pasar domestik.
Selain stabilisasi nilai tukar, BI juga terus mengoptimalkan kebijakan untuk meningkatkan efektivitas transmisi suku bunga ke sektor riil dan sistem keuangan. Langkah ini diharapkan mampu menjaga stabilitas makroekonomi serta mendukung pertumbuhan ekonomi nasional di tengah dinamika global yang meningkat.
BI menegaskan komitmennya untuk terus menjaga stabilitas sistem keuangan dan memperkuat koordinasi kebijakan guna merespons perkembangan global secara terukur dan terarah. (end)
Riset Terkait
Berita Terkait
