BI LONGGARKAN KEBIJAKAN LIKUIDITAS UNTUK DORONG KREDIT DAN PERTUMBUHAN EKONOMI
Share via
Kategori
Ekonomi Bisnis
Terbit Pada
22 July 2026
20254399
IQPlus, (22/7) - Bank Indonesia (BI) memperkuat kebijakan makroprudensial longgar guna mendorong pertumbuhan ekonomi melalui peningkatan kredit dan pembiayaan perbankan ke sektor riil. Langkah tersebut ditempuh bersamaan dengan keputusan mempertahankan suku bunga acuan di level 5,75%.
Salah satu kebijakan yang ditempuh adalah meningkatkan total insentif Kebijakan Insentif Likuiditas Makroprudensial (KLM) yang dapat diterima perbankan menjadi maksimal 6% dari Dana Pihak Ketiga (DPK), lebih tinggi dibandingkan sebelumnya sebesar 5,5%.
Gubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo menuturkan bahwa, Bank Indonesia juga memperkenalkan KLM Pendalaman Pasar Uang (PPU) hingga 2% dari DPK bagi bank yang menjaga kepemilikan surat berharga pada tingkat optimal. Kebijakan ini akan berlaku efektif mulai 1 September 2026.
Di sisi lain, BI memperkuat Rasio Pembiayaan Inklusif Makroprudensial (RPIM) dengan memperluas cakupan kredit ke sektor inklusif, termasuk pemasok, distributor, dan mitra usaha yang mendukung pertumbuhan ekonomi nasional.
Data BI menunjukkan pertumbuhan kredit perbankan pada Juni 2026 mencapai 12,67% secara tahunan, meningkat dibandingkan 11,51% pada Mei 2026. Pertumbuhan tersebut ditopang kredit investasi, modal kerja, dan konsumsi.
Bank Indonesia memproyeksikan pertumbuhan ekonomi Indonesia pada 2026 berada dalam kisaran 4,9% hingga 5,7%, didukung permintaan domestik, percepatan program pemerintah, serta penguatan pembiayaan perbankan kepada sektor-sektor prioritas. (end)
Riset Terkait
Berita Terkait
