BCA Sekuritas
    langid
    Berita Harian

    BI : KREDIT TUMBUH 9,96 PERSEN PADA JANUARI

    Kategori

    Ekonomi Bisnis

    Terbit Pada

    20 February 2026

    05026042

    IQPlus, (20/2) - Bank Indonesia (BI) mencatat pertumbuhan kredit perbankan pada Januari 2026 mendekati angka dua digit yakni sebesar 9,96 persen (year-on-year/yoy) ditopang oleh kinerja dari kredit investasi yang tumbuh 22,38 persen (yoy).

    Sementara itu, kredit modal kerja dan kredit konsumsi pada Januari masih tumbuh satu digit, masing-masing 4,13 persen (yoy), dan 6,58 persen (yoy). Sebelumnya pada Desember 2025, kredit perbankan mencatatkan pertumbuhan sebesar 9,69 persen (yoy).

    "Perkembangan positif kredit ini didukung peningkatan kegiatan ekonomi, pelonggaran kebijakan moneter dan makroprudensial Bank Indonesia, serta realisasi program prioritas Pemerintah," kata Gubernur BI Perry Warjiyo dalam konferensi pers hasil Rapat Dewan Gubernur (RDG) BI secara daring yang diikuti di Jakarta, Kamis.

    Perry menambahkan bahwa ke depan, prospek peningkatan pertumbuhan kredit masih cukup kuat dipengaruhi sisi permintaan dan penawaran.

    Dari sisi permintaan, pemanfaatan pembiayaan perbankan dapat terus ditingkatkan, terutama untuk mengoptimalkan fasilitas pinjaman yang belum digunakan (undisbursed loan) yang masih cukup besar yaitu mencapai Rp2.506,47 triliun atau 22,65 persen dari plafon kredit yang tersedia.

    Dari sisi penawaran, kapasitas pembiayaan bank tetap memadai, ditopang oleh rasio alat likuid terhadap dana pihak ketiga (AL/DPK) sebesar 27,54 persen dan DPK yang tumbuh tinggi sebesar 13,48 persen (yoy) pada Januari 2026.

    Selain itu, minat penyaluran kredit perbankan terus membaik, tecermin dari persyaratan pemberian kredit (lending requirement) yang semakin longgar, kecuali pada segmen kredit konsumsi dan UMKM akibat masih tingginya risiko kredit pada kedua segmen tersebut.

    "Bank Indonesia memprakirakan pertumbuhan kredit 2026 pada kisaran 8-12 persen," kata Perry.

    BI, menurut Perry, juga akan terus memperkuat koordinasi dengan Pemerintah dan Komite Stabilitas Sistem Keuangan (KSSK) untuk terus memperbaiki struktur suku bunga dan mendorong pertumbuhan kredit/pembiayaan perbankan tersebut.

    Dari sisi fundamental, ketahanan perbankan dinilai tetap kuat didukung oleh likuiditas perbankan yang memadai, kapasitas permodalan yang terjaga pada level tinggi, dan risiko kredit yang rendah.

    Rasio kecukupan modal (capital adequacy ratio/CAR) perbankan pada Desember 2025 tercatat tinggi sebesar 25,89 persen, tergolong kuat dalam menyerap risiko dan mendukung pertumbuhan kredit.

    Rasio kredit bermasalah (non-performing loan/NPL) perbankan secara agregat tetap rendah sebesar 2,05 persen (bruto) dan 0,79 persen (neto) pada Desember 2025.

    Hasil stress test BI menunjukkan ketahanan perbankan yang tetap kuat dalam menghadapi berbagai risiko, ditopang oleh kemampuan bayar dan profitabilitas korporasi yang terjaga.

    "Bank Indonesia akan terus memperkuat sinergi kebijakan bersama KSSK dalam memitigasi berbagai risiko yang berpotensi mengganggu stabilitas sistem keuangan," kata Perry. (end/ant)