BI JATIM: "CREATIVE FINANCING" BANTU DAERAH JAGA EKONOMI
Share via
Kategori
Ekonomi Bisnis
Terbit Pada
19 August 2026
23040204
IQPlus, (19/8) - Kepala Perwakilan Bank Indonesia (BI) Provinsi Jawa Timur Ibrahim menyatakan skema pembiayaan kreatif (creative financing) dapat membantu pemerintah daerah menjaga pertumbuhan ekonomi di tengah kebutuhan investasi yang terus meningkat.
Ibrahim menuturkan creative financing ini sekaligus merupakan upaya diversifikasi sumber pembiayaan di luar Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) yang dapat dilakukan pemerintah daerah.
"Di tengah kebutuhan investasi yang terus meningkat, kapasitas pembiayaan pembangunan daerah menghadapi tantangan sejalan dengan dinamika ruang fiskal dan transfer ke daerah sehingga semakin menegaskan pentingnya diversifikasi sumber pembiayaan di luar APBD," katanya dalam keterangan di Surabaya, Rabu.
Sejauh ini, kata Ibrahim, perekonomian Jawa tetap menunjukkan ketahanan di tengah ketidakpastian global yang masih tinggi yakni mampu tumbuh 5,65 persen (yoy) ditopang konsumsi rumah tangga, investasi, dan belanja pemerintah.
Momentum pertumbuhan tersebut, ujar dia, perlu terus dijaga salah satunya melalui penguatan investasi sebagai salah satu motor pertumbuhan ekonomi karena memiliki peran strategis dengan kontribusi mencapai 29,68 persen terhadap PDRB Jawa.
Oleh sebab itu, Ibrahim menilai perlu adanya creative financing antara lain pinjaman daerah, Kerja Sama Pemerintah dengan Badan Usaha (KPBU), obligasi dan sukuk daerah, optimalisasi barang milik daerah, serta skema bauran pembiayaan (blended finance).
Sementara sehari sebelumnya pada Rapat Koordinasi Percepatan Investasi dan Pertumbuhan Ekonomi Daerah Wilayah Jawa Tahun 2026 di Surabaya, Direktur Jenderal Bina Keuangan Daerah Kementerian Dalam Negeri Agus Fatoni mengingatkan pemanfaatan pembiayaan kreatif tetap perlu dilakukan dengan mengedepankan prinsip kehati-hatian, kesinambungan fiskal, tata kelola yang baik, serta kesiapan proyek.
Agus menegaskan perluasan sumber pembiayaan pembangunan perlu diiringi penguatan kapasitas fiskal dan tata kelola pemerintah daerah dengan mempertimbangkan kemampuan keuangan daerah, kesiapan regulasi, dan kelembagaan.
Sementara itu, Direktur Pembiayaan Strategis dan Inovatif Bappenas Novie Andriani menuturkan berbagai skema pembiayaan kreatif telah tersedia dan dimungkinkan secara regulasi namun implementasinya masih menghadapi tantangan seperti kesiapan kelembagaan dan kapasitas sumber daya manusia pemerintah daerah.
Dalam mendukung peningkatan kesiapan tersebut, Bappenas turut mendorong penguatan kapasitas pemerintah daerah, termasuk melalui program peningkatan kapasitas di bidang Kerja Sama Pemerintah dengan Badan Usaha.
Asisten Deputi Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian Yuli Sri Wilanti menambahkan, pembiayaan kreatif diharapkan dapat mempercepat penyediaan infrastruktur, meningkatkan konektivitas, serta membuka ruang yang lebih besar bagi keterlibatan badan usaha dalam mendukung pengembangan sektor unggulan.
"Pada akhirnya ini akan mendorong penciptaan sumber pertumbuhan ekonomi baru di daerah," kata Yuli.
Rakor yang digelar di Surabaya itu merupakan rangkaian forum strategis Road to Java Regional Economic Forum (JREF) 2026.
Pertemuan itu berfokus pada penguatan sinergi pusat dan daerah untuk menggali pembiayaan kreatif di luar APBD guna mendorong investasi inklusif dan berkelanjutan. (end/ant)
Riset Terkait
Berita Terkait
