BI : IHK SEPTEMBER 2026 TETAP TERJAGA
Share via
Kategori
Ekonomi Bisnis
Terbit Pada
02 October 2026
27437731
IQPlus, (2/10) - Inflasi Indeks Harga Konsumen (IHK) pada September 2026 terjaga dalam kisaran sasaran 2,5 kurang lebih 1%.
Berdasarkan data Badan Pusat Statistik, IHK pada September 2026 tercatat mengalami inflasi sebesar 0,30% (mtm), sehingga secara tahunan IHK mengalami inflasi sebesar 3,28% (yoy). Inflasi yang tetap terjaga dalam kisaran sasarannya ini merupakan hasil dari konsistensi kebijakan moneter serta eratnya sinergi pengendalian inflasi antara Bank Indonesia dan Pemerintah (Pusat dan Daerah) dalam Tim Pengendalian Inflasi Pusat dan Daerah (TPIP dan TPID) serta penguatan implementasi Program Ketahanan Pangan Nasional. Ke depan, Bank Indonesia meyakini inflasi akan tetap terkendali dalam kisaran sasaran 2,5 kurang lebih 1%.
Inflasi kelompok inti tetap terjaga. Inflasi inti pada September 2026 tercatat sebesar 0,10% (mtm), lebih rendah dari realisasi bulan sebelumnya sebesar 0,21% (mtm). Perkembangan inflasi inti tersebut dipengaruhi oleh ekspektasi inflasi yang tetap terjaga di tengah masih tingginya harga komoditas global.
Adapun komoditas yang dominan memberikan andil inflasi komponen inti adalah biaya kuliah akademi/perguruan tinggi. Secara tahunan, inflasi inti pada September 2026 tercatat sebesar 2,84% (yoy), lebih rendah dibandingkan realisasi bulan sebelumnya sebesar 2,92% (yoy). Inflasi inti secara tahunan ini antara lain banyak disumbang oleh komoditas emas perhiasan sejalan dengan kenaikan harga emas dunia.
Inflasi kelompok volatile food tetap terkendali
Kelompok volatile food pada September 2026 mengalami inflasi sebesar 1,46% (mtm), lebih tinggi dibandingkan dengan realisasi pada bulan sebelumnya yang tercatat inflasi sebesar 0,88% (mtm). Inflasi kelompok volatile food disumbang terutama oleh komoditas cabai rawit, cabai merah, daging ayam ras, beras, dan telur ayam ras, seiring penurunan produksi di beberapa daerah sentra terutama akibat gangguan cuaca, serta kenaikan biaya input produksi.
Secara tahunan, kelompok volatile food mengalami inflasi sebesar 5,03% (yoy), lebih tinggi dibandingkan realisasi bulan sebelumnya sebesar 4,06% (yoy). Ke depan, inflasi volatile food diprakirakan tetap terkendali, didukung oleh sinergi erat pengendalian inflasi Bank Indonesia bersama TPIP dan TPID, serta implementasi Gerakan Pengendalian Inflasi dan Pangan Sejahtera (GPIPS), termasuk antisipasi dampak gangguan cuaca ekstrem (El Nino) terhadap harga bahan pangan.(end)
Riset Terkait
Berita Terkait
