BCA Sekuritas
langid
Berita Harian

BI BALI SEBUT OPTIMISME SEKTOR RITEL DALAM TREN POSITIF

Kategori

Ekonomi Bisnis

Terbit Pada

23 September 2026

26539654

IQPlus, (23/9) - Kantor Perwakilan Bank Indonesia (BI) Provinsi Bali menyebutkan optimisme sektor usaha ritel di Pulau Dewata masih berada di zona positif karena indeks ekspektasi penjualan (IEP) di atas 100 atau level optimis.

"Penguatan optimisme itu untuk tiga bulan maupun enam bulan mendatang," kata Kepala BI Bali Achris Sarwani di Denpasar, Bali, Rabu.

Ia menjelaskan berdasarkan hasil survei, IEP untuk tiga bulan mendatang atau pada Oktober 2026, tercatat sebesar 180, di atas level 100. Sedangkan IEP untuk enam bulan mendatang atau pada Januari 2027 di atas 100 yaitu 188.

Meski nilainya lebih rendah dari proyeksi sebelumnya, ia mencermati indeks yang berada di atas 100 menunjukkan pelaku usaha ritel Bali tetap meyakini arah pertumbuhan penjualan yang positif dalam beberapa bulan ke depan.

Keyakinan tersebut, antara lain didukung oleh aktivitas pariwisata yang masih kuat serta konsumsi rumah tangga yang tetap terjaga.

Kondisi itu, kata dia, sejalan dengan kinerja penjualan eceran Agustus 2026 yang diprakirakan tetap kuat yaitu Indeks Penjualan Riil (IPR) yang diperkirakan berada di level 129,2, atau tumbuh 0,5 persen secara bulanan.

Selain faktor konsumsi domestik, optimisme pelaku usaha juga didukung oleh pertumbuhan pembiayaan di sektor perdagangan.

Pasalnya, BI mencatat kredit lapangan usaha perdagangan hingga Juli 2026 tumbuh 1,86 persen yang mengindikasikan masih adanya dukungan pembiayaan dari lembaga jasa keuangan terhadap aktivitas usaha ritel di Bali.

"Pelaku usaha ritel Bali diproyeksikan akan tetap mampu mempertahankan kinerja penjualan positif ke depan, terutama dengan tetap kuatnya sektor pariwisata sebagai salah satu motor penggerak utama perekonomian daerah," imbuhnya.

Sementara itu, inflasi Bali pada Agustus 2026 sebesar 3,45 persen masih berada dalam rentang sasaran inflasi nasional 1,5 hingga 3,5 persen.

Achris menilai kondisi tersebut mendukung terjaganya daya beli masyarakat dan memberikan ruang bagi konsumsi rumah tangga untuk tetap tumbuh. (end/ant)