BELUM DILEPAS KE PASAR, BCA MASIH SIMPAN 28,3 JUTA SAHAM HASIL BUYBACK
Share via
Terbit Pada
05 January 2026
Saham Terkait
Terakhir diperbarui: 01-04-2026, 04:10:pm
00437309
IQPlus, (05/1) - PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) melaporkan bahwa Perseroan belum melakukan pengalihan saham hasil pembelian kembali (buyback) hingga akhir 2025. Seluruh saham hasil buyback tersebut masih tercatat sebagai saham tresuri dan tersimpan di kas Perseroan. Demikian disampaikan Sekretaris Perusahaan BCA, I Ketut Alam Wangsawijaya, dalam laporannya.
BCA sebelumnya mengumumkan rencana pelaksanaan buyback saham melalui keterbukaan informasi pada 25 Maret 2025. Adapun periode pelaksanaan pembelian kembali saham berlangsung hingga 15 Mei 2025.
Selama periode buyback tersebut, emiten perbankan terbesar di Tanah Air ini membeli kembali sebanyak 28.317.500 lembar saham dengan harga rata-rata Rp8.828,19 per saham.
Berdasarkan laporan terbaru, Perseroan tidak melakukan pengalihan saham hasil buyback sepanjang periode Juli hingga Desember 2025. Dengan demikian, jumlah saham yang dialihkan tercatat nihil.
"Jumlah saham hasil buyback yang dijual atau dialihkan adalah nol," tulis manajemen BCA dalam laporan tersebut.
Seiring tidak adanya transaksi pengalihan saham, Perseroan juga tidak mencatatkan penerimaan dana maupun potensi kerugian dari penjualan saham tresuri. Harga rata-rata penjualan saham hasil buyback pun tercatat nihil.
Dengan kondisi tersebut, jumlah saham tresuri BCA hingga akhir 2025 masih utuh sebanyak 28.317.500 lembar saham. "Jumlah saham hasil buyback yang belum dialihkan sebanyak 28.317.500 saham," ungkap manajemen BCA.
Laporan tersebut disampaikan melalui dokumen bertajuk Laporan Perkembangan Pengalihan Saham Hasil Pembelian Kembali Saham PT Bank Central Asia Tbk periode per 31 Desember 2025, yang ditujukan kepada Kepala Eksekutif Pengawas Pasar Modal, Keuangan Derivatif, dan Bursa Karbon OJK. (end)
