BEI TAMBAH KRITERIA "PRICE IMPACT RATIO" UNTUK KATEGORI SAHAM HSC
Share via
Kategori
Ekonomi Bisnis
Terbit Pada
15 July 2026
19525279
IQPlus, (15/7) - PT Bursa Efek Indonesia (BEI) menambahkan kriteria Price Impact Ratio dalam menetapkan saham-saham berkapitalisasi pasar di atas Rp10 triliun masuk kategori High Shareholding Concentration (HSC) atau konsentrasi kepemilikan tinggi
"Kami menambahkan satu kriteria yaitu kriteria Price Impact Ratio atas seluruh saham dengan kapitalisasi pasar di atas Rp10 triliun. Atas saham-saham yang memiliki Price Impact Ratio yang tinggi akan dilakukan screening atas indikasi ada atau tidaknya High Shareholding Concentration," ujar Direktur Utama BEI Jeffrey Hendrik dalam konferensi pers di Gedung BEI, Jakarta, Selasa.
Jeffrey menjelaskan, Price Impact Ratio yaitu memperhitungkan perubahan harga saham tersebut terhadap velocity-nya, yang mana dihitung dari rata-rata volume transaksi terhadap jumlah saham yang ada di publik (free float).
Artinya, saham-saham yang aktivitas volume transaksinya rendah tentu akan menghasilkan velocity yang rendah, dan dengan velocity yang rendah namun perubahan harganya yang besar, tentu akan menghasilkan Price Impact Ratio yang tinggi.
"Atas saham-saham inilah kami akan melakukan screening terhadap potensi ada atau tidaknya High Shareholding Concentration. Tentu trigger factors lain yang terkait dengan kegiatan pengawasan itu akan tetap dilakukan," ujar Jeffrey.
Untuk kriteria Price Impact Ratio terhadap seluruh saham dengan kapitalisasi di atas Rp10 triliun, ia menjelaskan akan dilakukan secara periodik dalam tiga bulan mengikuti siklus evaluasi indeks utama di BEI.
Seiring kriteria baru tersebut, Jeffrey mengungkapkan terdapat 37 saham baru masuk dalam kategori HSC, sehingga total saham kategori HSC saat ini menjadi sebanyak 51 saham, dari sebelumnya sebanyak 14 saham.
BEI akan segera mengumumkan sebanyak 51 saham kategori HSC tersebut dalam waktu dekat.
"Ini adalah bagian dari reformasi berkelanjutan yang terus kita lakukan untuk memastikan transaksi yang teratur wajar dan efisien terus kita hadirkan di Bursa Efek Indonesia," ujarnya. (end)
Riset Terkait
Berita Terkait
