BEI LEWAT SPPA FASILITAS PERDAGANGAN REPO UNDERLYING SBSN
Share via
Kategori
Ekonomi Bisnis
Terbit Pada
06 July 2026
18653405
IQPlus, (6/7) - PT Bursa Efek Indonesia (BEI), melalui Sistem Penyelenggara Pasar Alternatif (SPPA), resmi menghadirkan layanan baru berupa fitur transaksi repo dengan underlying Surat Berharga Syariah Negara (SBSN).
Fitur ini hasil kolaborasi BEI bersama dengan Kementerian Keuangan, untuk meningkatkan likuiditas pasar SBSN dan mendukung pendalaman pasar keuangan Indonesia melalui penguatan infrastruktur perdagangan elektronik.
"Pengembangan fitur ini diharapkan dapat mendorong peningkatan aktivitas transaksi repo SBSN yang hingga saat ini masih relatif terbatas," ujar Direktur Pengembangan BEI Iding Pardi, dalam keterangan resminya di Jakarta, Senin.
Nilai transaksi repo SBSN interdealer belum mencapai Rp1 triliun pada 2025 atau jauh lebih rendah dibandingkan total transaksi repo SUN interdealer yang melampaui Rp2.500 triliun.
Seiring dengan itu, BEI menghadirkan fitur repo SBSN melalui SPPA yang diharapkan menjadi katalis untuk meningkatkan likuiditas pasar sekunder SBSN.
"Melalui pengembangan fitur ini, pengguna jasa SPPA dapat melakukan transaksi repo dengan menggunakan SBSN sebagai underlying," jelas Iding.
Iding menjelaskan fasilitas ini memberikan alternatif yang lebih luas bagi bank umum, bank pembangunan daerah (BPD), dan pelaku pasar institusional lainnya dalam mengelola kebutuhan pendanaan jangka pendek, likuiditas, serta portofolio investasi. (end/ant)
Riset Terkait
Berita Terkait
