BEI KOMUNIKASI DAN DISKUSI KONSTRUKTIF RESPON TINJAUAN S&P DOW JONES
Share via
Kategori
Ekonomi Bisnis
Terbit Pada
08 July 2026
18846604
IQPlus, (8/7) - PT Bursa Efek Indonesia (BEI) memastikan akan menjalin komunikasi dan diskusi secara konstruktif, sebagai upaya menanggapi tinjauan yang telah diumumkan oleh S&P Dow Jones Indices.
Melalui pengumumannya pada Rabu (08/07) pagi, S&P Dow Jones Indices memasukkan Indonesia ke dalam daftar pantau (watchlist), yang membuka kemungkinan reklasifikasi status dari emerging market menjadi frontier market.
"BEI akan menjalin komunikasi dan diskusi yang konstruktif dengan S&P Dow Jones Indices terkait untuk mendalami concern yang disampaikan, dan memahami berbagai aspek yang menjadi perhatian dalam proses evaluasi tersebut," ujar Direktur Utama BEI Jeffrey Hendrik di Jakarta, Rabu.
Bersama Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan seluruh pemangku kepentingan, Jeffrey memastikan BEI akan terus melakukan berbagai upaya untuk menjawab concern yang ada.
"Bursa berkomitmen melakukan berbagai upaya untuk meningkatkan transparansi di Pasar Modal Indonesia demi terselenggaranya pasar modal yang wajar, teratur, dan efisien," ujar Jeffrey.
Jeffrey memastikan, BEI telah mencermati pengumuman S&P Dow Jones Indices mengenai penempatan pasar modal Indonesia dalam watchlist untuk evaluasi tahun 2027, yang membuka kemungkinan reklasifikasi status Indonesia dari emerging market menjadi frontier market.
Melalui pengumuman S&P Dow Jones Indices Country Classification 2026/2027 Watchlist, Indonesia dimasukkan ke dalam daftar pantau (watchlist) untuk kemungkinan turun status dari emerging market menjadi frontier market.
Lembaga penyedia indeks global tersebut menyoroti isu transparansi pasar sebagai salah satu alasan utama, seiring dengan perhatian yang sebelumnya disampaikan MSCI. Apabila berbagai persoalan tersebut tidak kunjung terselesaikan, status pasar Indonesia berpotensi dievaluasi pada tinjauan berikutnya.
Sementara itu, data penutupan perdagangan sesi I pada Rabu (08/07), IHSG ditutup melemah 66,35 poin atau 1,11 persen ke posisi 5.920,15. Sementara kelompok 45 saham unggulan atau Indeks LQ45 turun 6,99 poin atau 1,17 persen ke posisi 587,93. (end)
Riset Terkait
Berita Terkait
