BEA CUKAI CATAT REALISASI PENERIMAAN Rp182,6 TRILIUN PER JULI 2026
Share via
Kategori
Ekonomi Bisnis
Terbit Pada
07 September 2026
25024427
IQPlus, (8/9) - Direktorat Jenderal Bea dan Cukai (DJBC) Kementerian Keuangan (Kemenkeu) mencatat realisasi penerimaan bea dan cukai mencapai Rp182,6 triliun hingga Juli 2026.
Direktur Jenderal Bea dan Cukai Kemenkeu Djaka Budhi Utama dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP) dengan Komisi XI DPR RI di Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta, Senin, mengatakan angka tersebut tumbuh 6,7 persen jika dibandingkan dengan periode yang sama tahun lalu (year-on-year/yoy), dan sama dengan 54,3 persen dari target Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN).
"Hingga 31 Juli 2026, realisasi penerimaan kepabeanan dan cukai mencapai Rp 182,6 triliun atau sekitar 54,3 persen dari target APBN tahun 2026 sebesar Rp336 triliun," kata Djaka.
Lebih lanjut, ia merinci bahwa sektor cukai masih menjadi kontributor utama dari penerimaan tersebut, dengan realisasi mencapai Rp130,7 triliun, naik hingga 3 persen dibanding tahun lalu (yoy).
Djaka mengatakan, pertumbuhan pada sektor ini banyak didorong oleh dampak penegakan hukum (law enforcement) yang berdampak pada stabilitas produksi rokok dan minuman mengandung etil alkohol (MMEA).
"Pertumbuhan ini terutama didorong, dampak dari enforcement, sehingga produksi rokok dan produksi MMEA yang masih terjaga," kata Djaka.
Di sisi lain, ia mengatakan sektor bea masuk tumbuh sebesar 12,2 persen, dengan realisasi per Juli tahun ini senilai Rp31,5 triliun.
Djaka mengatakan, kinerja sektor ini terutama ditopang oleh peningkatan volume impor serta pergerakan kurs.
"Sementara itu, untuk biaya keluar, realisasi sebesar Rp20,4 triliun atau mengalami pertumbuhan sebesar Rp26,3 persen. Kinerja biaya keluar didorong oleh penguatan harga CPO (minyak kelapa sawit mentah) dan kenaikan volume ekspor CPO," jelas dia.
Ia menilai, kinerja penerimaan kepabeanan dan cukai menunjukkan tren yang semakin membaik pada tahun ini. Djaka juga mengaku optimistis dengan pencapaian target penerimaan hingga penghujung tahun 2026.
"Secara keseluruhan, kinerja penerimaan kepabeanan dan cukai menunjukkan tren yang semakin membaik dan memberikan indikasi positif terhadap pencapaian target penerimaan sampai dengan akhir tahun," kata Djaka. (end/ant)
Riset Terkait
Berita Terkait
