BAPPENAS TEKANKAN HILIRISASI MINERAL HARUS RENDAH EMISI
Share via
Kategori
Ekonomi Bisnis
Terbit Pada
26 August 2026
23753838
IQPlus, (26/8) - Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional/Kepala Bappenas Rachmat Pambudy menekankan pentingnya penerapan prinsip rendah emisi dalam pengembangan industri hilirisasi mineral Indonesia agar produk nasional mampu bersaing di pasar global.
Dalam Indonesia Sustainability 360 Forum 2026 di Jakarta, Rabu, Rachmat mengatakan hilirisasi mineral kritis, seperti nikel, tembaga dan bauksit, tidak cukup hanya meningkatkan nilai tambah komoditas di dalam negeri. Pengembangan industri tersebut juga perlu menerapkan rantai pasok yang efisien dan beremisi rendah.
"Hilirisasi mineral kritis seperti nikel, tembaga, bauksit wajib menerapkan rantai pasok eco-efficient dan terintegrasi emisi rendah. Ini penting agar produk industri nasional mampu masuk pasar premium global dan memenuhi standar kriteria karbon ketat seperti Carbon Border Adjustment Mechanism atau CBAM," katanya.
Menurut Rachmat, transformasi menuju ekonomi hijau kini menjadi bagian dari strategi untuk memperkuat daya saing nasional.
Keberlanjutan, kata dia, tidak lagi dapat diposisikan sekadar sebagai kewajiban, melainkan menjadi bagian dari strategi untuk meningkatkan produktivitas, mengamankan investasi dan memperkuat posisi Indonesia di tingkat global.
Dalam Rencana Pembangunan Jangka Panjang Nasional (RPJPN) dan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN), pemerintah pun telah menetapkan ekonomi hijau sebagai salah satu pilar utama transformasi menuju Indonesia Emas 2045. (end/ant)
Riset Terkait
Berita Terkait
