BAPPENAS : KERJA SAMA INTERNASIONAL KUNCI PERCEPAT PENGUASAAN TEKNOLOGI
Share via
Kategori
Ekonomi Bisnis
Terbit Pada
07 April 2026
09644056
IQPlus, (7/4) - Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional/Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN/Bappenas) Rachmat Pambudy mengatakan kerja sama internasional menjadi kunci dalam mempercepat penguasaan teknologi oleh Indonesia.
"Indonesia terbuka terhadap investasi yang mendukung penguatan ekosistem teknologi nasional," ucapnya dalam keterangan resmi Bappenas di Jakarta, Selasa.
Dia menyampaikan bahwa setiap negara hendak menguasai teknologi berdasarkan kemampuan masing-masing, termasuk Indonesia yang ingin berkembang melalui berbagai potensi kerja sama dengan pelbagai pihak.
"Kami menyambut semua investasi baru, terutama di industri digital, dalam ekosistem teknologi informasi, dalam semua yang kita butuhkan sebagai negara besar dengan lebih dari 280 juta penduduk. Kita butuh konektivitas, kita butuh model baru agar masyarakat bisa saling terhubung dengan cepat," kata Menteri PPN saat berjumpa dengan delegasi Huaxia Kunpeng Technology Zhang Zhou yang membahas peluang kerja sama investasi di sektor teknologi digital dan kecerdasan buatan (AI) di Indonesia.
Perusahaan teknologi asal Tiongkok ini menyampaikan komitmen untuk berinvestasi dan berkontribusi dalam pembangunan ekosistem digital di Indonesia dengan membangun fasilitas pusat data AI dan ekosistemnya.
Kolaborasi yang diusulkan tersebut mencakup pengembangan talenta digital melalui kemitraan dengan perguruan tinggi serta penguatan kapasitas riset dan inovasi.
Pertemuan ini turut membahas potensi kerja sama dalam pembangunan pusat data, pengembangan industri manufaktur perangkat teknologi, program pertukaran mahasiswa, serta pembentukan pusat riset dan pengembangan (research and development/R&D).
"Melalui potensi kerja sama ini, Indonesia diharapkan dapat mempercepat transformasi digital nasional dan memperkuat posisinya tidak hanya sebagai pasar, tetapi juga sebagai pelaku utama dalam industri teknologi global," ungkap dia. (end)
Riset Terkait
Berita Terkait
