BCA Sekuritas
    langid
    Berita Harian

    BANK MUAMALAT CATAT PENGGUNA LAYANAN CMS NAIK 13 PERSEN DI 2025

    Kategori

    Ekonomi Bisnis

    Terbit Pada

    09 April 2026

    09924574

    IQPlus, (10/4) - PT Bank Muamalat Indonesia Tbk mencatat jumlah pengguna layanan cash management system (CMS) atau Muamalat Digital Integrated Access (MADINA) meningkat 13 persen year on year (yoy) menjadi lebih dari 13.700 pengguna per akhir Desember 2025.

    Direktur Utama Bank Muamalat Imam Teguh Saptono mengatakan hasil ini menjadi bukti suksesnya strategi perseroan yang gencar menjalin kerja sama dengan berbagai institusi serta implementasi sejumlah inisiatif yang relevan.

    "Sehingga, kepercayaan nasabah korporasi tetap terjaga untuk terus menggunakan layanan MADINA," kata Imam dalam keterangan yang diterima di Bandung, Jabar, Kamis.

    MADINA merupakan layanan internet banking bagi nasabah korporasi untuk memonitor dan melakukan transaksi perbankan non tunai atas seluruh rekening yang berada di Bank Muamalat secara real time.

    Tak hanya dari sisi jumlah pengguna, kinerja positif MADINA juga positif dari sisi frekuensi transaksi dengan lonjakan hingga 12 persen yoy menjadi 2 juta transaksi.

    Adapun volume transaksi MADINA tercatat menembus lebih dari Rp48 triliun pada akhir 2025.

    Perseroan menjelaskan salah satu inisiatif yang dilakukan pada tahun lalu yakni penambahan fitur online foreign exchange (Online FX).

    Fitur ini memungkinkan nasabah korporasi melakukan transaksi valuta asing dengan kurs counter secara online lewat MADINA.

    Menurut Imam, volume transaksinya pun terus menuai hasil positif.

    Imam menyebut kinerja layanan MADINA turut memberikan kontribusi terhadap total dana murah atau current account saving account (CASA) Bank Muamalat.

    Selain itu, layanan virtual account (VA) yang terintegrasi dengan MADINA juga mencatatkan peningkatan frekuensi transaksi 14 persen yoy menjadi 4,8 juta transaksi. Alhasil, volume transaksi VA naik 14 persen yoy menjadi Rp7,8 triliun.

    "Kemitraan strategis dengan institusi menjadi kunci utama di balik moncernya performa MADINA," kata Imam.

    Oleh sebab itu, Imam mengatakan bahwa perseroan akan terus menjajaki penetrasi pada sektor pendidikan, lembaga pemerintah, rumah sakit, komunitas dan ekosistem Muslim, serta lembaga keuangan syariah seperti bank pembiayaan rakyat syariah. (end)