BANK MEGA SYARIAH : PENGUATAN DOLAR AS TIDAK KURANGI PELUANG PEMBIAYAAN
Share via
Kategori
Ekonomi Bisnis
Terbit Pada
19 June 2026
16925284
IQPlus, (19/6) - PT Bank Mega Syariah memandang, penguatan dolar Amerika Serikat (AS) tidak mengurangi peluang pembiayaan pada sektor-sektor produktif yang memiliki fundamental usaha yang kuat dan prospek pertumbuhan yang positif.
Dalam hal ini, perseroan juga tetap optimistis terhadap prospek pertumbuhan pembiayaan komersial sepanjang tahun 2026, di tengah penguatan mata uang AS.
"Bank Mega Syariah melihat penguatan dolar AS sebagai salah satu dinamika global yang perlu dicermati. Namun kondisi tersebut tidak mengurangi peluang pertumbuhan pembiayaan korporasi. Kebutuhan pembiayaan pada sektor-sektor produktif masih tetap terbuka seiring aktivitas ekonomi yang terus berjalan," kata Corporate & Business Banking Division Head Bank Mega Syariah Guritno dalam keterangannya, di Jakarta, Kamis.
Penguatan dolar AS, catat perseroan, menjadi salah satu faktor eksternal yang perlu dicermati, karena berpotensi mempengaruhi biaya usaha, arus kas, serta kebutuhan modal kerja pelaku usaha.
Namun demikian, aktivitas ekonomi domestik yang tetap berjalan dan kebutuhan pembiayaan di berbagai sektor strategis dinilai masih membuka ruang pertumbuhan yang menjanjikan.
Oleh sebab itu, Guritno mengatakan bahwa Bank Mega Syariah tetap fokus mendorong pembiayaan pada sektor-sektor yang memiliki ketahanan tinggi terhadap dinamika ekonomi global.
Pada sisi lain, penguatan dolar AS dinilai dapat menjadi momentum positif bagi pelaku usaha yang berorientasi ekspor. Nilai tukar yang lebih tinggi berpotensi meningkatkan daya saing produk ekspor Indonesia sekaligus mendorong peningkatan pendapatan perusahaan yang memiliki basis pendapatan dalam valuta asing.
Melihat peluang tersebut, perseroan menyatakan bahwa pihaknya secara aktif menjalin komunikasi dengan nasabah dan calon nasabah yang memiliki basis usaha berorientasi ekspor guna memahami kebutuhan pembiayaan serta rencana ekspansi bisnis mereka.
Selain itu, perseroan juga terus membuka peluang pembiayaan pada sektor-sektor yang memiliki prospek ekspor yang baik dan sejalan dengan strategi bisnis perusahaan.
Meski demikian, Bank Mega Syariah tetap mengedepankan prinsip kehati-hatian dalam setiap penyaluran pembiayaan. Seluruh proses pembiayaan dilakukan melalui asesmen yang komprehensif terhadap profil risiko, kemampuan pembayaran, serta ketahanan usaha nasabah terhadap perubahan kondisi pasar global. (end)
Riset Terkait
Berita Terkait
