BANGUN KOSAMBI SUKSES (CBDK) CATAT LABA BERSIH RP1,4 TRILIUN PADA 2025
Share via
Terbit Pada
16 March 2026
Saham Terkait
Terakhir diperbarui: 14-01-2026, 04:30:pm
07430598
IQPlus, (16/3) - Emiten pengembang real estat, PT Bangun Kosambi Sukses Tbk (CBDK) mencatat pendapatan sebesar Rp2,5 triliun di sepanjang tahun 2025. Angka ini meningkat sekitar 11% secara tahunan. Sementara laba bersih yang dapat diatribusikan kepada entitas induk mencapai Rp1,4 triliun atau tumbuh signifikan 48% YoY.
Dalam keterangan tertulis disebutkan, kinerja tersebut diikuti peningkatan profitabilitas dengan margin laba kotor mencapai 66% dan margin laba bersih 54%, mencerminkan kualitas pendapatan yang semakin solid. Pencapaian tersebut didukung oleh komposisi produk yang optimal serta kemampuan CBDK memonetisasi portofolio aset dan pengembangan kawasan, terutama kontribusi produk dengan margin tinggi di kawasan PIK2, khususnya distrik bisnis CBD PIK2. Produk yang diserahterimakan sepanjang 2025 mencakup SOHO Manhattan, SOHO Wallstreet, Bizpark PIK2, Rukan Milenial, dan Rukan Asia Afrika, yang mendukung pertumbuhan ekosistem bisnis di kawasan tersebut.
Per 31 Desember 2025, total aset CBDK tercatat sekitar Rp23 triliun, mencerminkan fondasi keuangan yang kuat untuk mendukung pengembangan kawasan berkelanjutan. Struktur neraca yang solid memberikan fleksibilitas bagi perusahaan untuk terus mengembangkan proyek strategis serta mengoptimalkan nilai kawasan di PIK2 seiring meningkatnya aktivitas bisnis dan komersial. Sebagai bagian dari strategi jangka panjang, CBDK mengelola cadangan lahan seluas 702 hektare sebagai modal utama pengembangan berbagai proyek residensial dan komersial bernilai tambah. Dengan landbank strategis ini, CBDK memiliki visibilitas pengembangan jangka panjang sekaligus fleksibilitas untuk mendukung pipeline proyek masa depan dan monetisasi aset berkelanjutan.
Sejalan strategi kawasan terpadu, CBDK telah membangun proyek Nusantara International Convention Exhibition (NICE) yang mulai beroperasi akhir 2025. Proyek ini menjadi salah satu pusat konvensi dan pameran terbesar di Indonesia dan diharapkan menjadi katalis pertumbuhan sektor MICE (Meeting, Incentive, Convention, and Exhibition) di PIK2 serta memperkuat ekosistem bisnis, pariwisata, dan gaya hidup kawasan tersebut. CBDK optimistis pengembangan PIK2 akan terus menciptakan nilai ekonomi signifikan seiring berkembangnya ekosistem kawasan. Dukungan konektivitas strategis menuju Bandar Udara Internasional Soekarno Hatta melalui Tol KATARAJA serta pembangunan infrastruktur dan fasilitas berskala besar menjadikan PIK2 berpotensi menjadi pusat aktivitas ekonomi baru di pesisir utara Jakarta yang mengintegrasikan hunian, bisnis, pariwisata, dan gaya hidup modern.
Presiden Direktur CBDK, Steven Kusumo, menyampaikan bahwa kinerja perusahaan sepanjang 2025 menunjukkan momentum kuat pengembangan distrik bisnis di PIK2. "Sepanjang 2025, CBDK mencatat pendapatan Rp2,5 triliun dengan laba bersih tumbuh 48% YoY menjadi Rp1,4 triliun. Margin laba kotor mencapai 66% dan margin laba bersih 54%, mencerminkan optimalisasi monetisasi aset dan meningkatnya kontribusi produk margin tinggi di kawasan CBD PIK2," ujar Steven Kusumo.
Menurutnya, pengembangan kawasan terintegrasi menjadi faktor penting memperkuat daya tarik PIK2 sebagai pusat aktivitas bisnis baru. "Proyek strategis termasuk NICE diharapkan memperkuat ekosistem bisnis, pariwisata, dan gaya hidup di PIK2. Dengan aktivitas komersial yang berkembang, kami optimistis PIK2 akan terus tumbuh sebagai pusat aktivitas ekonomi baru di pesisir utara Jakarta."
Ke depan, CBDK akan terus memperkuat pengembangan distrik bisnis di PIK2 melalui optimalisasi landbank dan pengembangan proyek bernilai tambah tinggi. (end)
