BAKTI BCA GELAR WORKSHOP GASTRONOMI UNTUK PENGELOLA DESA WISATA DI LABUAN BAJO
Share via
Terbit Pada
13 July 2026
Saham Terkait
Terakhir diperbarui: 14-07-2026, 09:20:am
19349977
IQPlus, (13/7) - PT Bank Central Asia Tbk (BCA) melalui program corporate shared value (CSV) Bakti BCA menggelar workshop peningkatan keterampilan gastronomi bagi para pengelola desa binaan di Labuan Bajo, Nusa Tenggara Timur. Langkah strategis yang diikuti oleh sembilan pengelola desa Bakti BCA ini diambil sebagai bentuk komitmen nyata perusahaan dalam memperkuat pemberdayaan masyarakat dan memaksimalkan potensi lokal di wilayah Indonesia Timur.
Melalui lokakarya ini, desa wisata binaan diharapkan mampu menggali kaitan kuliner lokal dengan sejarah, seni, dan budaya setempat untuk menumbuhkan inspirasi penyajian di masing-masing desa. EVP Corporate Communication & Social Responsibility BCA, Hera F. Haryn, menjelaskan bahwa kuliner lokal merupakan salah satu potensi terdekat dengan keseharian masyarakat yang dapat menjadi penggerak ekonomi berkelanjutan jika disajikan dengan standar yang lebih baik.
Workshop ini mengusung pendekatan penyajian gastronomi end-to-end, mulai dari pemilihan dan pengolahan bahan baku lokal, teknik memasak, hingga tata cara menata hidangan agar menarik di mata wisatawan. Selama pelatihan, para peserta diajak mempraktikkan langsung setiap tahapan penyajian dengan didampingi langsung oleh Dapur Tara, pelaku usaha kuliner berbasis budaya Flores di Labuan Bajo yang bertindak sebagai fasilitator.
Selain di Labuan Bajo, Bakti BCA secara rutin mendampingi desa wisata binaan di berbagai wilayah Indonesia melalui pembinaan holistik untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia (SDM) desa. Program pengembangan tersebut mencakup pengelolaan keuangan, rumah pangan hidup (RPH), revitalisasi kebun kopi, hingga dukungan sertifikasi demi mengoptimalkan potensi ekonomi lokal di bidang kuliner, kerajinan, dan pariwisata.
Seluruh kontribusi nyata tersebut dijalankan secara terstruktur melalui tiga pilar utama inisiatif Desa Bakti BCA. Ketiga pilar tersebut meliputi Usaha Berbasis Kemasyarakatan untuk memastikan kepemilikan lokal, Peningkatan Kapasitas melalui pelatihan berkala untuk penguatan SDM dan tata kelola, serta Akses Pasar untuk memberikan dukungan promosi serta perluasan pasar melalui ekosistem BCA.
Hera menambahkan bahwa penguatan kapasitas masyarakat desa harus dilakukan secara konsisten dan berkesinambungan agar dampaknya benar-benar terasa dalam jangka panjang. Inisiatif ini menjadi bagian dari upaya berkelanjutan Bakti BCA dalam membangun ekosistem desa yang mandiri dan berdaya saing, sekaligus memastikan setiap program memberikan dampak nyata yang dapat tumbuh berkelanjutan. (end)
Riset Terkait
Berita Terkait
