BAHLIL: PERJANJIAN DAGANG DENGAN AS TIDAK MENAMBAH KUOTA IMPOR ENERGI
Share via
Kategori
Ekonomi Bisnis
Terbit Pada
02 March 2026
06038121
IQPlus, (2/3) - Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia menegaskan bahwa perjanjian perdagangan antara Pemerintah Indonesia dan Amerika Serikat tidak akan menambah kuota impor energi nasional.
"Untuk kebutuhan LPG kita setiap tahun sebesar 8,3 juta ton, sementara produksi nasional kita 1,6 juta sehingga per tahun kita mengimpor 7 juta ton. Yang kedua BBM dan ketiga crude (minyak mentah), inilah yang kita konsensuskan kemarin di Amerika untuk belanja 15 miliar dolar AS," ujar Bahlil, dikutip dari laman resmi Kementerian ESDM, diakses dari Jakarta, Senin.
Bahlil menegaskan bahwa kesepakatan dagang hanya mengalihkan sumber impor dari negara lain ke Amerika Serikat.
Ia menjelaskan kebutuhan energi Indonesia, terutama Liquified Petroleum Gas (LPG), BBM dan minyak mentah, memang masih ditopang oleh impor karena produksi dalam negeri belum mencukupi.
Namun, kesepakatan dengan Amerika Serikat tidak menambah total volume impor, melainkan hanya memindahkan asal negara pemasoknya. (end/ant)
Riset Terkait
Berita Terkait
