BCA Sekuritas
    langid
    Berita Harian

    BAHLIL BUKA OPSI IMPOR MINYAK DARI BERBAGAI NEGARA TERMASUK RUSIA

    Kategori

    Komoditi

    Terbit Pada

    17 March 2026

    07554003

    IQPlus, (17/3) - Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia menegaskan Indonesia membuka peluang impor minyak dari berbagai negara, termasuk Rusia sebagai bagian dari strategi diversifikasi sumber energi di tengah ketidakpastian geopolitik kawasan Timur Tengah.

    Menurut Bahlil, pemerintah tidak membatasi sumber impor hanya pada satu negara.

    "Semua negara ada kemungkinan. Yang penting bagi kita sekarang adalah bagaimana barang ada, yang kedua harganya kompetitif. Itu yang paling penting," katanya di Kantor Kementerian ESDM, Jakarta, Selasa.

    Ia menjelaskan impor minyak dari Rusia kini memungkinkan setelah Amerika Serikat membuka kembali akses pembelian minyak dari negara tersebut yang sebelumnya dikenai sanksi.

    Selain Rusia, Bahlil mengatakan Indonesia juga menjajaki kerja sama dengan Brunei Darussalam. Dalam pertemuan bilateral dengan Wakil Perdana Menteri Brunei, pemerintah membahas peluang transfer teknologi serta kerja sama energi.

    Bahlil menambahkan Brunei memiliki potensi pasokan gas C3 dan C4 yang dapat dimanfaatkan sebagai bahan baku LPG.

    "ita bisa ambil punya mereka juga atau kita bangun industri LPG di sana untuk objekannya di Indonesia," ucapnya.

    Konflik antara Amerika Serikat-Israel dan Iran di kawasan Timur Tengah membuat Indonesia mulai mencari alternatif sumber impor minyak di luar kawasan tersebut.

    Pemerintah mulai mengalihkan sebagian impor minyak mentah dari Timur Tengah ke Amerika Serikat dan negara lain. Langkah ini diambil untuk menjaga ketahanan dan stabilitas energi nasional.

    Indonesia selama ini mengimpor crude atau minyak mentah dari Timur Tengah dengan porsi 20-25 persen dari total impor. (end/ant)