ASURANSI BINTANG (ASBI) SEPAKAT BAGIKAN DIVIDEN SAHAM Rp5,7 PER SAHAM
Share via
Terbit Pada
11 June 2026
Saham Terkait
Terakhir diperbarui: 28-04-2026, 09:31:am
16155535
IQPlus, (11/6) - PT Asuransi Bintang Tbk (ASBI) secara resmi menyelenggarakan Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) untuk melaporkan kinerja keuangan tahun buku yang berakhir pada 31 Desember 2025. Rapat yang digelar pada Rabu, 10 Juni 2026 tersebut dihadiri oleh pemegang saham yang mewakili 320.637.870 lembar saham atau setara dengan 92,0351% dari seluruh hak suara sah.
Dalam pertemuan ini, seluruh pemegang saham yang hadir memberikan keputusan bulat sebesar 100% suara untuk menyetujui lima agenda utama yang diajukan oleh manajemen.
Pada agenda pertama dan kedua, RUPST menyepakati untuk menerima dengan baik laporan Direksi mengenai kegiatan perseroan serta mengesahkan Laporan Keuangan Konsolidasian tahun buku 2025. Laporan posisi keuangan dan laba rugi tersebut sebelumnya telah diaudit oleh Kantor Akuntan Publik (KAP) Paul Hadiwinata, Hidajat, Arsono, Retno, Palilingan & Rekan dengan opini wajar tanpa modifikasian.
Seiring dengan pengesahan tersebut, rapat memberikan pembebasan dan pelunasan tanggung jawab sepenuhnya (aquit et de charge) kepada Direksi dan Dewan Komisaris atas tindakan pengurusan serta pengawasan mereka.
Memasuki agenda ketiga mengenai penggunaan keuntungan perusahaan, para pemegang saham menyetujui alokasi dana cadangan wajib. Manajemen menyisihkan sekitar 5% dari laba bersih atau sebesar Rp 821.327.576 untuk dana cadangan sesuai dengan Pasal 70 Ayat 1 Undang-Undang Nomor 40 Tahun 2007 tentang Perseroan Terbatas. Langkah ini diambil sebagai pemenuhan regulasi sekaligus memperkuat struktur permodalan internal emiten asuransi tersebut dalam menghadapi tantangan pasar ke depan.
Selain alokasi cadangan, perusahaan juga membagikan dividen dari laba bersih tahun buku 2025 kepada para pemegang sahamnya. Total anggaran dividen saham yang dialokasikan mencapai Rp 1.985.802.890, yang berarti setiap pemilik saham akan menerima sebesar Rp 5,7 per lembar saham. Pembagian dividen ini diharapkan dapat memberikan nilai tambah serta menjaga kepercayaan investor publik terhadap kinerja saham ASBI di pasar modal.
Perusahaan juga mengalokasikan dana khusus sebesar Rp 91.950.000 sebagai Dividen Tanda Laba untuk 613 Sertifikat Tanda Laba yang telah dikeluarkan perseroan hingga akhir tahun lalu. Melalui ketetapan ini, setiap pemegang sertifikat resmi mendapatkan hak pembayaran sebesar Rp 150.000 per sertifikat.
Manajemen memastikan bahwa seluruh pembayaran dividen tanda laba ini nantinya dibebankan langsung pada laporan laba rugi dan penghasilan komprehensif lain tahun berjalan saat pembayaran dilakukan. Setelah pemotongan dana cadangan dan total dividen, sisa laba bersih tahun buku 2025 tercatat sebesar Rp 13.619.421.050. Seluruh sisa keuntungan ini diputuskan untuk disimpan dan dibukukan kembali sebagai sisa laba perseroan guna mendukung ekspansi bisnis.
Struktur keuangan yang solid ini memosisikan emiten berkode saham ASBI tersebut dalam kondisi yang prima untuk menjalankan target-target kerja sepanjang sisa tahun berjalan ini. Pada agenda keempat, rapat memberikan kuasa penuh kepada Dewan Komisaris untuk menetapkan besaran gaji, tunjangan, beserta tantiem atau bonus bagi jajaran Direksi.
Sementara untuk internal pengawas, rapat menetapkan batas maksimal gaji dan tunjangan bagi seluruh anggota Dewan Komisaris setinggi-tingginya Rp 170.000.000 per bulan setelah dipotong pajak penghasilan. Keputusan remunerasi ini diambil secara terukur demi menjaga tata kelola perusahaan yang baik dan profesional.
Sebagai penutup pada agenda kelima, RUPST menunjuk kembali KAP Paul Hadiwinata, Hidajat, Arsono, Retno, Palilingan & Rekan beserta Akuntan Publik Retno Dwi Andani untuk mengaudit keuangan periode berikutnya. Proses penunjukan yang berlaku untuk tahun buku yang berakhir 31 Desember 2026 ini dilakukan berdasarkan usulan resmi dari Komite Audit perseroan. Dengan berakhirnya seluruh agenda, susunan kepengurusan dipastikan tetap berjalan stabil di bawah kepemimpinan Presiden Direktur Hastanto Sri Margi Widodo dan Presiden Komisaris Ronald Waas. (end)
Riset Terkait
Berita Terkait
