BCA Sekuritas
langid
Berita Harian

ASTRA REALISASI BELANJA MODAL Rp17 TRILIUN MAYORITAS KE SEKTOR TAMBANG

Terbit Pada

23 September 2026

Saham Terkait

Terakhir diperbarui: 11-09-2026, 12:01:am

26557663

IQPlus, (23/9) - PT Astra International Tbk (ASII) menyatakan telah merealisasikan belanja modal atau capital expenditure (capex) senilai Rp17 triliun hingga semester I-2026.

Head of Corporate Investor Relations Astra International, Tira Ardianti mengatakan realisasi tersebut setara 42 persen dari total rencana belanja modal perseroan yang mencapai Rp36 triliun sepanjang tahun 2026.

"Jadi benar sekali bahwa realisasi capex Astra Internasional di semester pertama ini sudah mencapai sekitar Rp17 triliun dari total rencana capex sekitar Rp36 triliun," ungkap Tira dalam Astra Media Day 2026 di Menara Astra, Jakarta, Rabu.

Tira mengungkapkan sebagian besar realisasi belanja modal perseroan berasal dari akuisisi sektor pertambangan, termasuk tambang emas Arafura Surya Alam yang dilakukan melalui anak usaha yaitu PT United Tractors Tbk (UNTR).

"Sementara sisanya merupakan capex rutin, yang terutama juga digunakan untuk pembelian alat berat dari bisnis kontraktor pertambangan di Grup United Tractors," ujar Tira.

Ia melanjutkan, perseroan akan mengalokasikan sisa belanja modal secara lebih disiplin hingga akhir tahun 2026, serta memastikan belanja modal akan difokuskan untuk mendukung pertumbuhan bisnis perseroan ke depan.

"Untuk ke depannya, sisa belanja modal kami tentunya akan kami alokasikan untuk belanja modal yang lebih disiplin. Pastinya akan kami alokasikan untuk belanja modal yang mendukung pertumbuhan bisnis ke depannya," ujar Tira.

Lebih lanjut, pihaknya memastikan Astra akan terus mengevaluasi penggunaan belanja modal untuk memastikan setiap investasi yang dilakukan dapat mendukung produktivitas bisnis perseroan ke depan.

"Belanja modal ini dari waktu ke waktu terus kami evaluasi dan kami pastikan bahwa belanja modal itu juga harus mendukung produktivitas bisnis ke depannya," ujar Tira.

Sebagai informasi, Astra International mencatatkan pendapatan bersih konsolidasian sebesar Rp157,9 triliun hingga semester I-2026, atau menurun 3 persen year on year (yoy) dibandingkan periode sama tahun sebelumnya.

Seiring dengan itu laba bersih Grup, tidak termasuk pos non-recurring items tercatat sebesar Rp14,9 triliun hingga semester I-2026, atau menurun 7 persen (yoy) dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. (end/ant)