ASTRA OTOPARTS BAGI DIVIDEN TUNAI Rp1,1 TRILIUN
Share via
Terbit Pada
20 April 2026
Saham Terkait
Terakhir diperbarui: 10-11-2025, 04:10:pm
10925202
IQPlus, (20/4) - PT Astra Otoparts Tbk membagikan dividen tunai senilai Rp1,1 triliun atau Rp229 per saham dari laba bersih tahun buku 2025 sebesar Rp2,2 triliun berdasarkan hasil keputusan Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST).
Dividen tersebut terdiri atas dividen interim sebesar Rp284,36 miliar atau Rp29 per saham yang telah dibayarkan pada 24 Oktober 2025. Kemudian, dividen final Rp819,35 miliar atau Rp170 per saham yang akan dibayarkan pada 15 Mei 2026 kepada pemegang saham yang tercatat pada 4 Mei 2026.
"Sisa laba bersih yang belum ditetapkan penggunaannya dibukukan sebagai laba ditahan," kata Division Head of Corporate Communication & Investor Relations PT Astra Otoparts Tbk Wisnu Wijaya dalam keterangan tertulis di Jakarta, Sabtu.
Perseroan juga melakukan perombakan jajaran direksi dan komisaris untuk menyesuaikan kebutuhan organisasi dan keselarasan dengan strategi bisnis ke depan.
Perombakan itu salah satunya terkait pengunduran diri Hamdani Dzulkarnaen S. sebagai Presiden Direktur serta Gidion Hasan sebagai Presiden Komisaris.
Pemegang saham pun menyetujui untuk mengangkat Yusak Kristian Solaeman sebagai Presiden Direktur dan Thomas Junaidi Alim W. sebagai Presiden Komisaris baru.
Sementara Gidion Hasan, yang mengundurkan diri dari jabatan sebelumnya, kini menjabat sebagai Komisaris berdasarkan hasil keputusan RUPST.
Dengan perubahan itu, maka susunan pengurus perseroan saat ini yaitu:
Anggota Dewan Komisaris
Presiden Komisaris: Thomas Junaidi Alim
Komisaris Independen: Bambang Widjanarko E.S.
Komisaris Independen: Agus Tjahajana Wirakusumah
Komisaris Independen: Djangkep Budhi Santoso
Komisaris: Gunawan Geniusahardja
Komisaris: Sudirman Maman Rusdi
Komisaris: Gidion Hasan
Anggota Direksi
Presiden Direktur: Yusak Kristian Solaeman
Direktur Tujuh Martogi Siahaan
Direktur Ronny Kusgianta
Direkur Sophie Handiili
Direktur Abun Gunawan
Direktur Prihartono Agung Lesmono
Direktur Andi Gunrto
Riset Terkait
Berita Terkait
