ASTRA INFRA TINGKATKAN LAYANAN TOL JELANG NATAL 2026-TAHUN BARU 2027
Share via
Terbit Pada
23 September 2026
Saham Terkait
Terakhir diperbarui: 11-09-2026, 12:01:am
26624997
IQPlus, (24/9) - Kelompok usaha dari PT Astra International Tbk yang bergerak sebagai investor dan operator di bidang infrastruktur, Astra Infra, meningkatkan kualitas dan kapasitas layanan jalan tol yang dikelolanya menjelang Natal 2026 dan Tahun Baru 2027.
Group Chief Financial Officer Astra Infra Halim Wahjana mengatakan peningkatan dilakukan seiring proyeksi pertumbuhan lalu lintas pada jaringan tol perusahaan melalui pemeliharaan jalan, penambahan kapasitas, pemantauan aset, serta peningkatan layanan tempat istirahat.
"Tujuannya sebetulnya ada tiga, bagaimana supaya pengguna bisa melewati tol kami dalam keadaan aman, nyaman dan lancar," kata Halim dalam Astra Media Day 2026 di Jakarta, Rabu.
Berdasarkan paparan perusahaan, lalu lintas harian rata-rata (LHR) pada jaringan tol Astra Infra diproyeksikan mencapai sekitar 548,8 ribu kendaraan pada 2026, dibandingkan 536,9 ribu kendaraan pada 2025.
Secara kumulatif, lalu lintas harian di ruas tol Astra Infra diproyeksikan tumbuh dengan tingkat pertumbuhan tahunan majemuk atau compound annual growth rate (CAGR) sebesar 2,8 persen selama periode 2023-2026.
Pada periode Lebaran 2026, lalu lintas harian di jaringan tol Astra Infra juga tercatat 3,3 persen lebih tinggi dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.
Pertumbuhan tersebut antara lain ditopang peningkatan konektivitas Tol Lingkar Luar 2 Jakarta (JORR 2) dan kontribusi sejumlah ruas tol yang dikelola perusahaan.
Seiring perkembangan lalu lintas tersebut, Astra Infra melakukan pemeliharaan lapisan permukaan dan struktur jalan pada sejumlah titik KM 110-174 ruas Tol Cikopo-Palimanan (Cipali).
"Kita sedang melakukan pemeliharaan yang cukup masif dalam pengertian untuk memperbaiki kondisi jalan sehingga nanti kemudian hari kondisi jalannya akan baik," ujar Halim.
Menurut dia, pemeliharaan dilakukan secara preventif maupun prediktif untuk menjaga kondisi jalan dan mengurangi risiko kerusakan, termasuk untuk mendukung pelayanan pada periode dengan mobilitas tinggi seperti Natal, tahun baru dan Lebaran ke depan.
Selain kualitas jalan, perusahaan meningkatkan kapasitas pada ruas Tol Tangerang-Merak. Dari total panjang 72,5 kilometer (km), sepanjang 51,1 km telah memiliki tiga lajur dan 12,3 km memiliki empat lajur.
Penambahan lajur ketiga pada segmen Cilegon Barat-Cilegon Timur telah rampung pada Oktober 2025.
Pengembangan kapasitas selanjutnya dilakukan dengan mempertimbangkan pertumbuhan lalu lintas pada ruas tersebut.
Astra Infra juga menerapkan Structural Health Monitoring System (SHMS) untuk memantau sejumlah jembatan khusus di ruas Semarang-Solo dan Jombang-Mojokerto, serta melakukan pemantauan terhadap struktur pendukung lain seperti jalan layang, jalan bawah tanah, dan drainase.
Halim mengatakan peningkatan pelayanan tempat istirahat juga menjadi perhatian karena berhubungan dengan keselamatan pengguna jalan, terutama untuk mengurangi risiko berkendara dalam kondisi lelah.
Menurut dia, pengemudi perlu beristirahat ketika lelah guna mengurangi risiko microsleep, meski kendaraan dalam kondisi prima.
"Tempat istirahat ini bukan hanya sekadar tempat ke toilet, tetapi juga tempat beribadah, tempat istirahat yang tentu ini kami perhatikan. Kadang-kadang pengendara ingin cepat sampai, dia lupa bahwa badannya capek," ucap dia. (end)
Riset Terkait
Berita Terkait
