ASSA PERKUAT KAPABILITAS PILAR BISNIS LOGISTIK DI KUARTAL I-2026
Share via
Terbit Pada
28 April 2026
Saham Terkait
Terakhir diperbarui: 25-03-2026, 02:51:pm
11750143
IQPlus, (28/4) - PT Adi Sarana Armada Tbk (ASSA), emiten penyedia layanan transportasi, logistik, dan ekosistem kendaraan bekas, mencatatkan pertumbuhan pendapatan yang solid pada Kuartal I-2026. Perseroan mencatatkan pendapatan Rp1,54 trilliun, meningkat sekitar 11% dari pendapatan periode yang sama tahun sebelumnya yang sebesar Rp1,39 trilliun.
"Penguatan pilar bisnis logistik serta performa stabil di lini rental korporasi dan penjualan kendaraan bekas menjadi penggerak utama pertumbuhan pendapatan Perseroan periode ini," kata Prodjo Sunarjanto, Direktur Utama ASSA.
Namun, kenaikan pendapatan ini juga disertai dengan peningkatan beban biaya operasional. Ini merupakan dampak dari langkah strategis ASSA dalam melakukan investasi infrastruktur jangka panjang termasuk persiapan projek baru untuk mempertahankan keberlangsungan bisnis.
Beban pokok pendapatan pada kuartal pertama ini tercatat sebesar Rp1,08 triliun, meningkat dari Rp967,21 miliar dibandingkan periode yang sama tahun lalu. Sementara beban umum dan administrasi meningkat menjadi Rp225,05 miliar dibandingkan kuartal pertama tahun 2025 yang sebesar Rp182,45 miliar.
Keberhasilan meraih pendapatan yang solid mengantarkan Perseroan pada perolehan laba tahun berjalan sebesar Rp141,45 miliar.
Kenaikan beban biaya membuat perolehan laba tersebut sedikit lebih rendah dari periode yang sama tahun sebelumnya yang sebesar Rp143,76 miliar. Geopolitik dan Strategi Perusahaan Terkait situasi geopolitik yang masih panas, tahun ini ASSA memilih melangkah dengan penuh kehati-hatian. Oleh karena itu, Perseroan memilih melakukan kegiatan ekspansi secara terukur dengan fokus pada peningkatan efisiensi, kapasitas dan kualitas layanan.
"Sekarang ini kami akan lebih fokus pada upaya untuk memenuhi permintaan yang ada sambil terus menata infrastruktur agar makin baik dan bisa tumbuh secara sehat di 2026,"kata Prodjo.
Pada bisnis Logistik, ASSA memilih memfokuskan kegiatan ekspansi pada kegiatan integrasi layanan logistik end-to-end untuk klien B2B guna meningkatkan efisiensi operasional jangka panjang. Sementara terkait infrastruktur, Perseroan menambah kapasitas gudang serta melakukan digitalisasi sistem pengiriman. Nah, investasi di infrastruktur inilah yang menyebabkan kenaikan biaya di awal tahun, termasuk didalamnya penambahan personal untuk melayani klien-klien B2B.
Adapun pada pilar bisnis rental (ASSA Rent) dan Bisnis Mobil Bekas (Caroline.id, JBA dan MotoGadai) Perseroan fokus pada upaya peningkatan sinergi ekosistem. Pada pilar bisnis ini Caroline.id sebagai diler mobil online to offline mulai mencapai titik impas (BEP).
Adapun pendapatan bisnis lelang JBA mengalami tekanan, akibat dari terjadinya penurunan penjualan mobil baru di tahun 2025 serta makin ketatnya penyaluran pembiayaan dari perbankan dan perusahaan pembiayaan (leasing). Namun demikian, keduanya tetap menjadi kontributor pendapatan yang stabil di tengah masa transisi pilar bisnis logistik Perseroan. (end)
Riset Terkait
Berita Terkait
