ASSA BERENCANA TAMBAH KEGIATAN USAHA BARU
Share via
Terbit Pada
08 May 2026
Saham Terkait
Terakhir diperbarui: 25-03-2026, 02:51:pm
12756359
IQPlus, (8/5) - PT Adi Sarana Armada Tbk (ASSA) emiten Aktivitas penyewaan dan sewa guna tanpa hak opsi mobil, bus, truk dan sejenisnya, perdagangan besar mobil bekas, angkutan bermotor berencana menambah kegiatan usaha baru.
Jerry Fandy Tunjungan Direktur dan Corporate Secretary ASSA dalam keterangan tertulisnya Jumat (8/5) menuturkan bahwa ASSA bermaksud untuk melakukan Penambahan Kegiatan Usaha, yaitu menambah kegiatan usahanya yang sudah ada pada saat ini dengan kegiatan usaha baru sebagai berikut yaitu KBLI No. 62199 tentang Aktivitas Pemrograman Komputer Lainnya YTDL, KBLI No. 58290 tentang Aktivitas Penerbitan Perangkat Lunak (Software) Lainnya dan KBLI No. 62204 tentang Aktivitas Konsultasi dan Perancangan Internet of Things (loT) serta KBLI No. 61105 tentang Aktivitas Jasa Sistem Komunikasi Data.
Penambahan kegiatan usaha ini dilakukan dengan pertimbangan Industri transportasi dan logistik di Indonesia saat ini terus mengalami perkembangan seiring dengan meningkatnya kompleksitas rantai pasok, pertumbuhan e-commerce serta tuntutan efisiensi biaya dan transparansi operasional dari pemasok maupun pelanggan. Dalam konteks tersebut, kebutuhan akan sistem manajemen transportasi yang terintegrasi, berbasis data dan mampu memberikan visibilitas end-to-end menjadi semakin krusial.
Sebagai perusahaan yang telah memiliki pengalaman dan skala operasional yang luas di bidang transportasi, logistik dan layanan terkait, Perseroan menilai bahwa tantangan utama industri saat ini tidak lagi terbatas pada ketersediaan armada dan infrastruktur fisik. Tantangan tersebut semakin bergeser pada bagaimana perusahaan mengelola informasi operasional secara terintegrasi, mengkoordinasikan berbagai pihak yang terlibat dalam proses pengiriman serta memastikan kinerja layanan dapat dipantau dan dikendalikan secara konsisten.
Dalam praktiknya, proses perencanaan rute, pemantauan status pengiriman, pengendalian tingkat layanan (Service Level Agreement - SLA), rekonsiliasi biaya transportasi, hingga penyusunan laporan kinerja masih sering dilakukan secara terpisah dan dengan tingkat otomatisasi yang terbatas. Kondisi ini berpotensi menimbulkan ketidakefisienan operasional, keterlambatan pengambilan keputusan serta keterbatasan dalam memanfaatkan data sebagai dasar peningkatan kinerja dan pengendalian biaya.
Sejalan dengan kondisi tersebut, Perseroan merencanakan pengembangan bisnis Transportation Management System (TMS) Integrated Solution, yaitu suatu solusi berbasis teknologi yang dirancang untuk mengintegrasikan proses perencanaan, pelaksanaan, pemantauan dan penyelesaian administrasi transportasi dalam satu sistem terpadu.
Dalam implementasinya, layanan TMS tersebut didukung oleh Business Process Outsourcing (BPO) yang menunjukkan keterlibatan Perseroan secara langsung dalam menjalankan operasional harian pelanggan. Layanan BPO mencakup aktivitas input order, pengaturan dan penugasan pengiriman (dispatching), pemantauan proses pengiriman, tindak lanjut operasional, hingga proses penagihan dan penyelesaian administrasi (billing dan settlement).
Seluruh aktivitas BPO tersebut dijalankan melalui modul-modul yang terdapat di dalam TMS, sehingga TMS berperan sebagai sistem pengelolaan, sementara BPO berfungsi sebagai operator yang menjalankan proses operasional di dalam sistem tersebut.
Selain itu, Perseroan juga menyediakan layanan Control Tower sebagai pusat kendali operasional yang berfungsi untuk melakukan pemantauan pengiriman secara real-time, pengendalian tingkat layanan (Service Level Agreement - SLA) serta penanganan insiden operasional secara proaktif. Control Tower memanfaatkan data dan informasi yang dihasilkan oleh TMS, seperti status pengiriman, notifikasi keterlambatan dan alert operasional, untuk memastikan kinerja layanan tetap terjaga serta memungkinkan pengambilan tindakan korektif secara cepat apabila terjadi deviasi.
Namun ASSA akan meminta persetujuan dari Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan yang rencananya akan digelar pada tanggal 17 Juni 2026. (end)
Riset Terkait
Berita Terkait
