BCA Sekuritas
    langid
    Berita Harian

    ASPEBINDO : INFRASTRUKTUR DISTRIBUSI JADI KUNCI PASOKAN ENERGI TERJAGA

    Kategori

    Ekonomi Bisnis

    Terbit Pada

    12 March 2026

    07036375

    IQPlus, (12/3) - Asosiasi Pemasok Energi dan Batubara Indonesia (Aspebindo) mengungkapkan kesiapan infrastruktur distribusi menjadi kunci agar pasokan energi tetap terjaga.

    "Setiap tahun kita melihat adanya lonjakan konsumsi energi. Baik itu BBM, LPG maupun listrik. Untuk itu kesiapan infrastruktur distribusi serta koordinasi antar stakeholder menjadi kunci supaya pasokan energi tetap terjaga dan masyarakat dapat melakukan perjalanan mudik dan merayakan Idul Fitri dengan aman dan nyaman," kata Ketua Umum Aspebindo Anggawira dalam keterangannya di Jakarta, Kamis.

    Pemerintah Indonesia, menurut dia, perlu membangun kolaborasi lintas pihak dalam memastikan infrastruktur dan ketahanan sistem distribusi energi nasional dapat berjalan lancar menyambut Hari Raya Idul Fitri 1447 H/2026 M.

    Dinamika global yang ditandai dengan perang Israel dan Amerika Serikat melawan Iran diyakini memberi dampak secara nasional, namun pemerintah Indonesia harus tetap sigap mengantisipasinya, lanjutnya.

    Anggawira mengatakan momentum Idul Fitri kali ini menjadi ujian penting bagi sistem energi nasional.

    Momen ini, kata dia, merupakan budaya yang ditandai dengan terjadinya peningkatan mobilitas masyarakat dan aktivitas logistik di seluruh daerah.

    Menurut dia, peran sektor swasta sangat strategis dalam mendukung ketahanan nasional. Khususnya dalam memperkuat ekosistem distribusi dan infrastruktur energi di berbagai daerah. Ia meyakini kolaborasi yang baik akan memudahkan pelayanan energi kepada masyarakat.

    Sementara itu, praktisi energi dan infrastruktur Tommy Jamail menilai bahwa sistem infrastruktur energi Indonesia perlu terus bertransformasi agar lebih adaptif terhadap berbagai tantangan. Baik dari sisi lonjakan permintaan domestik maupun dinamika global.

    "Kita membutuhkan sistem infrastruktur energi yang adaptif dan resilient. Artinya, tidak hanya mampu memenuhi kebutuhan saat ini, tetapi juga mampu merespons perubahan kondisi global, termasuk fluktuasi harga energi dan potensi gangguan rantai pasok," ujar Tommy.

    Dalam hal ini, Tommy menekankan pentingnya integrasi antara infrastruktur energi, sistem logistik, serta teknologi pemantauan distribusi untuk meningkatkan efisiensi dan keandalan sistem energi nasional. (end/ant)