BCA Sekuritas
    langid
    Berita Harian

    ASKRINDO AKSELERASI TRANSFORMASI DIGITAL DI USIA 55 TAHUN

    Kategori

    Ekonomi Bisnis

    Terbit Pada

    06 April 2026

    09552377

    IQPlus, (6/4) - PT Asuransi Kredit Indonesia (Askrindo) memeringati Hari Ulang Tahun (HUT) ke-55 dengan mengusung tema "Grow Within, Perform Beyond", sebagai refleksi komitmen perusahaan dalam memperkuat transformasi sekaligus meningkatkan kontribusi terhadap perekonomian nasional.

    Perayaan yang berlangsung di Graha Askrindo ini menjadi momentum strategis untuk menegaskan arah pertumbuhan perusahaan yang tidak hanya stabil, tetapi juga progresif dan berkelanjutan. Tema tersebut mencerminkan semangat penguatan internal yang beriringan dengan dorongan untuk melampaui capaian kinerja, sejalan dengan dinamika industri keuangan dan kebutuhan pembiayaan produktif yang terus berkembang.

    Direktur Utama Askrindo, M Fankar Umran, menegaskan bahwa peringatan HUT ke-55 merupakan titik refleksi sekaligus penguatan peran perusahaan dalam ekosistem pembiayaan nasional.

    "Peringatan HUT ini bukan sekadar seremoni, tetapi momentum refleksi atas peran kami dalam mendorong inklusi keuangan. Askrindo berkomitmen untuk terus memperluas akses pembiayaan bagi pelaku usaha, khususnya UMKM sebagai tulang punggung perekonomian nasional," ujarnya.

    Selama 55 tahun berdiri sejak tanggal 6 April 1971, Askrindo terus menunjukkan kinerja yang solid dan mendukung Perekonomian nasional.

    Sebagai informasi, sejak tahun 2007 hingga 2025, Askrindo telah menjamin

    Kredit Usaha Rakyat sebesar Rp1.125,9 triliun kepada 36,3 juta debitur UMKM, dengan total penyerapan sebanyak 62,7 juta tenaga kerja.

    Adapun sepanjang 2025, Askrindo juga telah menjamin Kredit Usaha Rakyat (KUR) senilai Rp114 triliun kepada 2 juta debitur UMKM, yang berdampak pada penyerapan 3,7 juta tenaga kerja di Indonesia. Menanggapi capaian tersebut, Fankar menyampaikan bahwa kinerja keuangan ini mencerminkan fundamental bisnis yang semakin kuat.

    Pada tahun 2025 ini pula, Perusahaan mencatatkan Hasil Underwriting Netto sebesar Rp1,28 triliun (unaudited).

    Sejalan dengan itu, premi bruto tercatat sebesar Rp 4,44 triliun (unaudited). Capaian ini mencerminkan langkah positif dalam memperkuat portofolio bisnis perusahaan.

    "Kami melihat bahwa strategi penguatan portofolio dan manajemen risiko berjalan efektif. Ke depan, kami akan terus menjaga pertumbuhan yang sehat dan berkelanjutan, sekaligus memperluas kontribusi terhadap pembiayaan produktif, khususnya bagi UMKM," tambah Fankar.

    Dalam rangkaian acara puncak HUT, Askrindo meluncurkan sistem Sentralisasi FINTRACS dan ASK-SCORING sebagai bagian dari penguatan transformasi digital dan peningkatan kualitas layanan.

    "Implementasi sistem ini diharapkan dapat meningkatkan efektivitas proses bisnis, memperkuat manajemen risiko, serta mendukung pengambilan keputusan berbasis data," tambah Fankar.

    Sebagai bagian dari transformasi digital, Askrindo menghadirkan FINTRACS (Financial Transaction System), yaitu sistem terintegrasi yang dirancang untuk menyederhanakan sekaligus memusatkan proses transaksi keuangan perusahaan.

    "Melalui FINTRACS, seluruh proses penerimaan dan pengeluaran kas kini terintegrasi dalam satu platform, dilengkapi dengan pencatatan jurnal otomatis dan proses settlement yang lebih sistematis. Sistem ini juga memungkinkan monitoring transaksi secara real-time, sehingga meningkatkan transparansi dan kontrol," jelas Direktur Keuangan Askrindo, Leonardo Henry Gavaza.

    Implementasi FINTRACS mendorong efisiensi operasional, mengurangi beban kerja manual, serta meningkatkan kecepatan dan akurasi pencatatan keuangan, sekaligus memperkuat tata kelola perusahaan.

    Selain itu, Askrindo juga memperkenalkan ASK-SCORING (Askrindo Underwriting Scoring System) sebagai solusi untuk meningkatkan kualitas dan kecepatan proses underwriting.

    "Melalui ASK-SCORING, proses underwriting kini dilakukan berbasis rule-based scoring system yang memungkinkan analisis risiko berjalan lebih cepat, objektif, dan terstandarisasi. Sistem ini juga terintegrasi dengan core system perusahaan, sehingga menghilangkan duplikasi proses dan meningkatkan efisiensi," ungkap Leonardo.

    Dengan dukungan kedua aplikasi tersebut, Askrindo dapat memperkuat kualitas portofolio pertanggungan sekaligus mempercepat penyaluran pembiayaan ke sektor produktif.