BCA Sekuritas
    langid
    Berita Harian

    ASDP TERAPKAN DISKON DAN SINGLE TARIF PADA LEBARAN 2026

    Kategori

    Ekonomi Bisnis

    Terbit Pada

    23 February 2026

    05335838

    IQPlus, (23/2) - Mudik selalu lebih dari sekadar perjalanan. Ia adalah tentang rindu yang ingin dituntaskan dan keluarga yang menanti di kampung halaman.

    Setiap tahun, jutaan masyarakat rela menyeberangi laut demi satu tujuan: pulang.

    Pada Angkutan Lebaran 2026/1447 H, PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) memastikan layanan penyeberangan berlangsung lebih terjangkau, tertib, dan nyaman.

    Komitmen tersebut diwujudkan melalui kebijakan stimulus diskon tarif serta penerapan skema single tarif.

    Kebijakan ini dijalankan berdasarkan Surat Keputusan Bersama lintas kementerian dan lembaga terkait pengaturan lalu lintas dan layanan penyeberangan selama masa Angkutan Lebaran 2026, serta Surat Direktur Jenderal Perhubungan Darat mengenai penerapan tiket satu harga (dynamic pricing) pada lintas Merak-Bakauheni.

    Stimulus Diskon Berlaku 20 Hari

    Program stimulus diberlakukan selama 20 hari, mulai 12 hingga 31 Maret 2026.

    Kebijakan ini mencakup 14 pelabuhan dan berdampak pada 7 lintasan reguler maupun ekspres.

    Total kebutuhan anggaran stimulus mencapai Rp35,55 miliar.

    Program ini diperkirakan memberikan manfaat langsung kepada 403.487 penumpang dan 945.501 kendaraan, atau setara kurang lebih 2.403.928 orang berdasarkan asumsi konversi jumlah penumpang dalam kendaraan.

    Stimulus diberikan dalam bentuk diskon 100% tarif jasa kepelabuhanan, yang secara rata-rata setara 21,9% dari total tarif tiket penyeberangan.

    Direktur Utama ASDP, Heru Widodo, menegaskan bahwa kebijakan ini merupakan bagian dari strategi nasional dalam pengelolaan trafik dan pelayanan publik.

    Baca Juga: Ingin Ngabuburit Gratis di Semarang? Ini 3 Spot yang Bisa Kamu Kunjungi di Waktu Ramadan!

    "Melalui stimulus dan single tarif, kami ingin memastikan mudik Lebaran 2026 berlangsung lebih tertib, terjangkau, dan lancar. Ini adalah bentuk kolaborasi pemerintah dan BUMN untuk menghadirkan perjalanan penyeberangan yang aman sekaligus meringankan beban masyarakat," ujarnya. (end)