ARUS KAS SOLID, PENDAPATAN TIKET RUTE TIMUR TENGAH GIAA TOPANG KIK EBA MANDIRI
Share via
Terbit Pada
08 January 2026
Saham Terkait
Terakhir diperbarui: 13-11-2025, 04:30:pm
00754889
IQPlus, (8/1) - PT Mandiri Manajemen Investasi (MMI) selaku Manajer Investasi melaporkan kinerja bulanan instrumen investasi Kontrak Investasi Kolektif Efek Beragun Aset (KIK EBA) Mandiri GIAA01 untuk periode Desember 2025. Instrumen yang mendasarkan asetnya pada hak atas pendapatan penjualan tiket pesawat PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk ini mencatatkan realisasi pendapatan yang signifikan dari rute internasional strategis.
Berdasarkan laporan resmi bernomor 227/GRDA/MMI/FAD/2026 yang dirilis pada Selasa (6/1), realisasi pendapatan tiket rute Timur Tengah (Jeddah & Madinah) untuk periode 27 Oktober 2025 hingga 26 November 2025 mencapai Rp396,17 miliar. Pendapatan ini menjadi tumpuan utama dalam menjamin ketersediaan arus kas bagi para pemegang unit penyertaan EBA tersebut.
Manajemen juga mengungkapkan bahwa total jumlah pendapatan tiket rute Jeddah & Madinah yang telah terkumpul namun belum diserahkan (dalam proses rekonsiliasi) tercatat sebesar Rp1,12 triliun. Angka ini mencerminkan tingginya volume perjalanan pada rute tersebut, yang didorong oleh musim umrah dan perjalanan religi, sehingga memperkuat profil keamanan pembayaran kepada investor.
Hingga saat ini, PT Bank Maybank Indonesia Tbk selaku Bank Kustodian mencatat jumlah Efek Beragun Aset yang dimiliki oleh pemegang efek adalah sebesar Rp852,82 miliar. Penyerahan laporan berkala ini merupakan bagian dari kewajiban transparansi sebagaimana diatur dalam Keputusan Direksi PT Bursa Efek Indonesia Nomor Kep-167/BEI/10-2024 tentang Pencatatan Efek Beragun Aset.
Bagi investor pasar modal, stabilitas pendapatan dari rute-rute gemuk seperti Jeddah dan Madinah pada instrumen KIK EBA ini menjadi indikator penting dalam menilai risiko gagal bayar dan potensi imbal hasil (yield) instrumen pendapatan tetap berbasis aset di masa depan. (end)
Riset Terkait
Berita Terkait
