APROBI: PENGEMBANGAN BBN BERBASIS SAWIT EFEKTIF KURANGI IMPOR BBM
Share via
Kategori
Ekonomi Bisnis
Terbit Pada
22 September 2026
26441875
IQPlus, (22/9) - Asosiasi Produsen Biofuel Indonesia (Aprobi) menyatakan di kawasan Asia Tenggara, pengembangan bahan bakar nabati berbasis sawit dinilai terbukti efektif mengurangi ketergantungan pada impor bahan bakar fosil.
Wakil Ketua Umum Aprobi, Catra Aradea de Thouars menyebutkan pasar energi global saat ini tengah menghadapi tantangan dalam menjaga kedaulatan energi sembari menekan emisi karbon.
Di Asia Tenggara, lanjut dia dalam keterangannya di Jakarta, Selasa,l kemajuan Indonesia terlihat nyata. Indonesia mempelopori mandatori pencampuran tinggi melalui transisi dari B40 menuju B50, sementara Malaysia dan Thailand turut memperluas program domestik mereka,.
"Biodiesel sawit bukan lagi sekadar bahan bakar alternatif, melainkan fondasi kemandirian energi dan stabilitas ekonomi," ujarnya.
Catra menambahkan ekspansi industri kini tidak hanya berfokus pada kendaraan darat, tetapi juga mulai merambah ke pengembangan bioetanol, B100 konsentrasi tinggi, hingga bahan bakar penerbangan berkelanjutan (Sustainable Aviation Fuel/SAF).
Pada kesempatan tersebut Catra juga menjelaskan kegiatan 6th Palm Biodiesel Conference 2026 di Nusa Dua, Bali, 17 -18 September 2026 yang menegaskan peran strategis palm biodiesel sebagai pilar utama ketahanan energi nasional dan transisi menuju nol emisi karbon (net-zero emissions).
Dalam konferensi yang digagas Aprobi bersama Malaysian Biodiesel Association (MBA) dan Thai Biodiesel Producer Association (TBPA) serta didukung oleh Badan Pengelola Dana Perkebunan (BPDP) itu juga dibahas perkembangan mandatori biodiesel, kesiapan bahan baku, update teknologi, regulasi, kesiapan hingga keberlanjutan bahan baku serta penerapan standar ISPO/RSPO. (end/ant)
Riset Terkait
Berita Terkait
