BCA Sekuritas
    langid
    Berita Harian

    ANTAM JAJAKI PELUANG EKSPLORASI EMAS DI ARAB SAUDI

    Terbit Pada

    31 March 2026

    Saham Terkait

    Terakhir diperbarui: 01-04-2026, 04:30:pm

    08958121

    IQPlus, (31/3) - PT Aneka Tambang Tbk (Antam) menegaskan komitmennya untuk memperluas strategi pengembangan sumber daya emas dengan menjajaki peluang eksplorasi di luar negeri, salah satunya di Arab Saudi.

    Direktur Utama Antam Untung Budiharto menyampaikan bahwa perusahaan telah mendaftarkan diri dalam lelang blok prospek emas di negara Teluk tersebut.

    "Antam saat ini sedang menjajaki peluang eksplorasi luar negeri yang kami lakukan saat ini di Arab Saudi," katanya dalam rapat dengan Komisi VI DPR di Jakarta, Selasa.

    Ia menambahkan bahwa Antam sudah terlibat dalam penawaran untuk mendapatkan blok eksplorasi baru di Arab Saudi. Pendaftaran lelang sudah dilakukan, tetapi prosesnya tertunda akibat kondisi geopolitik di Timur Tengah.

    Untung menegaskan bahwa langkah tersebut menjadi bagian dari strategi eksplorasi Antam yang dirancang untuk menyeimbangkan optimalisasi aset yang ada dengan pembukaan peluang pertumbuhan baru.

    Selain menjajaki peluang eksplorasi di luar negeri, ia menyampaikan bahwa perusahaan juga menjalankan eksplorasi organik di area izin usaha pertambangan (IUP) eksisting, berpartisipasi dalam lelang Wilayah Izin Usaha Pertambangan (WIUP) emas yang dilakukan oleh pemerintah, serta menjalin kerja sama joint venture dengan Badan Geologi untuk mengidentifikasi prospek wilayah baru di dalam negeri.

    Di luar sektor emas, Untung menyampaikan bahwa Antam juga tengah memperkuat bisnis bauksit melalui proyek Smelter Grade Alumina Refinery (SGAR) fase 2 yang digarap bersama PT Indonesia Asahan Aluminium (Inalum).

    Proyek ini terintegrasi dengan rencana pembangunan smelter aluminium di Mempawah, Kalimantan Barat.

    Ia menjelaskan struktur bisnis SGAR dirancang untuk memastikan kesinambungan rantai pasok domestik, di mana Antam akan memasok bijih bauksit dalam jangka panjang untuk diolah menjadi alumina, yang kemudian dilanjutkan ke tahap produksi aluminium di dalam negeri.

    Ia menyebut sejumlah tahapan penting proyek telah dicapai, antara lain penyelesaian bankable feasibility study, penetapan final investment decision (FID), kajian integrasi proyek, serta persiapan tender dan pelaksanaan engineering, procurement, and construction (EPC).

    Proyek ini ditargetkan mulai beroperasi secara komersial pada periode 2027-2028, sebagai bagian dari upaya memperkuat industri aluminium nasional. (end/ant)