BCA Sekuritas
langid
Berita Harian

ANGGOTA DPR DORONG BUMN TEKSTIL PERKUAT INDUSTRI HULU

Kategori

Ekonomi Bisnis

Terbit Pada

23 September 2026

26558654

IQPlus, (23/9) - Anggota Komisi VI DPR RI Firnando Hadityo Ganinduto mendorong BUMN baru di sektor tekstil memperkuat industri hulu hingga hilir sekaligus membuka kembali lapangan kerja bagi pekerja yang terdampak pemutusan hubungan kerja (PHK).

Firnando mengatakan pembentukan BUMN tekstil yang direncanakan Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (BPI Danantara) perlu diarahkan untuk memulihkan ekosistem industri tekstil nasional, bukan sekadar membentuk perusahaan baru.

"Rencana pembentukan BUMN tekstil ini tentu menjadi langkah yang baik. Kita melihat dalam beberapa waktu terakhir banyak pekerja yang terdampak PHK akibat perusahaan tekstil mengalami tekanan. Karena itu, saya berharap BUMN tekstil baru ini dapat membuka kembali kesempatan kerja bagi masyarakat yang kehilangan pekerjaannya," kata Firnando dalam keterangannya di Jakarta, Rabu.

Menurut dia, pengembangan BUMN tekstil perlu mencakup penguatan perusahaan tekstil yang telah ada, peningkatan teknologi, kapasitas produksi, serta optimalisasi aset dan sumber daya industri yang masih memiliki potensi.

"BUMN ini harus bisa menjadi bagian dari upaya menyelamatkan dunia pertekstilan Indonesia. Kita ingin industri tekstil nasional kembali kuat dan berjaya. Karena itu, jangan hanya membangun perusahaan baru, tetapi juga perkuat perusahaan yang sudah ada, tingkatkan teknologinya, ciptakan lapangan kerja, dan bangun ekosistem industri yang mampu bersaing," ujar dia.

Firnando secara khusus mendorong penguatan sektor hulu, terutama produksi benang dan bahan baku tekstil lainnya, untuk mengurangi ketergantungan industri nasional terhadap produk impor.

"Menurut saya, sektor hulu harus menjadi salah satu fokus utama. Kalau BUMN baru bisa memperkuat produksi benang dan bahan baku tekstil lainnya di dalam negeri, ini akan sangat baik karena kita tidak hanya mengurangi ketergantungan impor, tetapi juga memperkuat industri tekstil dari hulu sampai hilir," kata dia.

Ia menilai penguatan sektor hulu akan membantu membangun rantai pasok tekstil yang lebih terintegrasi sekaligus meningkatkan kapasitas dan daya saing industri nasional.

Firnando juga mendorong agar rencana pembentukan BUMN tersebut disiapkan dengan memperhatikan aspek teknologi, efisiensi, daya saing, penyerapan tenaga kerja, dan keberlanjutan investasi.

Menurut dia, keberhasilan BUMN tekstil baru tidak cukup diukur dari berdirinya perusahaan, tetapi dari kontribusinya terhadap pemulihan industri dan penciptaan lapangan kerja.

Ia berharap BUMN tersebut dapat mengoptimalkan potensi industri yang sudah ada, menyerap kembali pekerja yang terdampak PHK, mengurangi ketergantungan terhadap bahan baku impor, serta meningkatkan daya saing produk tekstil Indonesia di pasar domestik dan global. (end/ant)