ANGGARKAN CAPEX RP20 MILIAR, SDPC TARGETKAN LABA BERSIH RP60 MILIAR DI 2026
Share via
Terbit Pada
26 May 2026
Saham Terkait
Terakhir diperbarui: 20-05-2026, 10:22:am
14534017
IQPlus, (26/5) - PT Millenium Pharmacon International Tbk (SDPC) mengangarkan belanja modal atau capital expenditure (capex) sebesar Rp20 miliar pada tahun 2026. Perseroan akan memfokuskan penggunaan dana tersebut untuk penguatan sistem teknologi informasi (IT), peningkatan perangkat komputasi, serta renovasi kantor guna mendukung optimalisasi operasional perusahaan.
Direktur Utama SDPC, Imam Fathorrahman mengatakan, nilai capex tahun 2026 lebih rendah dibandingkan realisasi tahun sebelumnya lantaran sebagian besar investasi gedung telah diselesaikan pada 2025. Pada tahun lalu, perseroan telah menyelesaikan pembangunan cabang baru di Denpasar, Bekasi, dan Palu, serta peningkatan gedung pusat di Bekasi.
"Target kami di tahun 2026 menganggarkan belanja sebesar Rp20 miliar, karena sebagian besar capex untuk gedung telah dibiayakan sepenuhnya di 2025. Jadi untuk 2026 sebetulnya sangat minimum dan prioritas untuk information technology, termasuk peningkatan sistem komputasi dan renovasi office," ujar Imam dalam Public Expose SDPC di Jakarta, Senin (25/5/2026).
Selain memperkuat infrastruktur digital, SDPC juga menyiapkan strategi ekspansi distribusi ke sejumlah wilayah Indonesia Timur, seperti Palangkaraya, Kupang, Kendari, Gorontalo, Ambon, hingga Jayapura. Saat ini, distribusi produk di wilayah tersebut masih dilakukan melalui sub-distributor lokal.
Perseroan memperkirakan kebutuhan investasi untuk pembukaan satu cabang baru mencapai sekitar Rp5 miliar. Namun, realisasi ekspansi tersebut diproyeksikan baru dilakukan mulai 2027 setelah perseroan menyelesaikan pemetaan pasar dan memperoleh kepastian potensi penjualan dari prinsipal.
Imam menilai kawasan Indonesia Timur memiliki potensi besar untuk mendukung peningkatan pangsa pasar dan penetrasi bisnis perseroan. Menurutnya, ekspansi tersebut diharapkan dapat memberikan kontribusi positif terhadap pertumbuhan pendapatan maupun kualitas profitabilitas perusahaan.
Sementara itu, Direktur SDPC, Mohamad Fazly bin Hassan mengatakan perseroan pada 2026 akan lebih fokus mengoptimalkan jaringan distribusi yang telah dimiliki, yang saat ini mencakup 37 cabang di wilayah Jawa, Sumatra, dan Kalimantan.
Di sisi lain, SDPC juga berencana membagikan dividen tahun buku 2025 sebesar Rp3 per saham atau setara Rp3,1 miliar, seiring kenaikan laba bersih menjadi Rp38 miliar dari sebelumnya Rp16 miliar. Untuk 2026, perseroan menargetkan pertumbuhan pendapatan di atas 5% dan membidik laba bersih mencapai Rp60 miliar. (end)
Riset Terkait
Berita Terkait
