AKSELERASI DEMUTUALISASI, BEI KANTONGI MINAT INVESTOR POTENSIAL
Share via
Kategori
Ekonomi Bisnis
Terbit Pada
12 August 2026
22346614
IQPlus, (12/8) - PT Bursa Efek Indonesia (BEI) mulai mencatatkan kemajuan substantif dalam rencana aksi korporasi demutualisasi bursa. Self-Regulatory Organization (SRO) bursa mengonfirmasi telah mengantongi indikasi minat dari sejumlah investor potensial untuk masuk dalam struktur permodalan BEI.
Langkah transformasi struktur kepemilikan ini merupakan bentuk pemenuhan amanat Undang-Undang tentang Pengembangan dan Penguatan Sektor Keuangan (UU P2SK). Untuk menindaklanjuti keterlibatan calon investor tersebut, BEI saat ini tengah menggelar diskusi intensif bersama Otoritas Jasa Keuangan (OJK) serta jajaran pemegang saham eksisting.
Direktur Utama BEI, Jeffrey Hendrik, menyampaikan bahwa penetapan skema masuknya modal baru ini dirancang untuk mendukung efisiensi dan transparansi tata kelola pasar modal nasional.
"Telah terdapat investor potensial yang menyatakan minat untuk berinvestasi pada BEI dalam rangka pelaksanaan demutualisasi Bursa sesuai Undang-Undang serta aturan yang berlaku," ujar Jeffrey dalam konferensi pers virtual, Rabu (12/8/2026).
Meski demikian, Manajemen BEI menegaskan komitmennya untuk tetap mempertahankan independensi operasional dan fungsi pengawasan pasar modal (self-regulatory organization/SRO). "Adapun kepemilikan saham oleh pihak-pihak tersebut akan tetap mempertahankan independensi Bursa Efek," tegas Jeffrey.
Tahapan Skema : Private Placement atau IPO?
Dari sisi eksekusi teknis, peta jalan (roadmap) demutualisasi BEI sepertinya bakal ditempuh melalui dua tahapan utama. Tahap awal dilakukan via mekanisme private placement (penempatan saham tertutup). Selanjutnya dapat juga melalui skema penawaran umum perdana saham (Initial Public Offering/IPO) kepada publik.
Meski demikian, manajemen menegaskan tidak akan terburu-buru melantai di bursa dalam waktu dekat. "Terkait mekanisemenya, mungkin keduanya, mungkin tidak saat bersamaan, baik private placement maupun IPO. Namun secara realistis, tidak melakukan IPO dalam waktu dekat. Namun menurut saya, IPO hal yang realistis," pungkas Jeffrey. (end)
Riset Terkait
Berita Terkait
