AIRNAV KERAHKAN RELAWAN BUMN MENGABDI DI BOYOLALI
Share via
Kategori
Ekonomi Bisnis
Terbit Pada
18 August 2026
22930261
IQPlus, (18/8) - Perum LPPNPI (AirNav Indonesia) bersama PT TASPEN (Persero) dan PT Asuransi Jasa Indonesia (Jasindo), mengerahkan puluhan relawan untuk melakukan pengabdian di Desa Kembang Kuning, Kecamatan Cepogo, Kabupaten Boyolali.
Kegiatan yang dibuka pada Minggu, 16 Agustus 2026, ini merupakan bagian dari Program Program Relawan Bakti BUMN (RBB) tahun 2026 yang dihelat hingga 19 Agustus 2026.
Dalam pembukaan Program RBB, Direktur Utama AirNav Indonesia, Capt. Avirianto Suratno, mengatakan bahwa keberadaan para Relawan Bakti BUMN tersebut adalah untuk hadir dan berinteraksi secara langsung dengan masyarakat melalui rangkaian kegiatan sosial, edukasi, kesehatan, penguatan generasi muda, serta pengembangan potensi desa.
RBB merupakan wadah pengabdian insan BUMN yang menjadi bagian dari implementasi Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL).
"Pelaksanaan RBB di Desa Kembang Kuning, Boyolali, ini, merupakan bagian dari pelaksanaan RBB 2026 yang berlangsung di 11 lokasi di Indonesia dengan tema Sebelas Lokasi, Satu Panggilan untuk Negeri. Program RBB menjadi salah satu bentuk kontribusi BUMN untuk menghadirkan manfaat secara lebih dekat dengan masyarakat, sekaligus mengaktualisasikan nilai AKHLAK melalui pengabdian nyata," jelas Capt. Avirianto.
Turut hadir dalam kegiatan pembukaan tersebut, Bupati Boyolali Agus Irawan, Koordinator TJSL Badan Pengaturan BUMN, Fahrudin, Direktur Keuangan AirNav Indonesia Oscar Syahbana, Direktur PT Taspen dan Jasindo, serta jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Kabupaten Boyolali.
Dalam sambutannya, Bupati Agus Irawan menyampaikan apresiasi yang mendalam atas penyelenggaraan Program RBB di wilayahnya tersebut. Menurutnya, Program RBB merupakan wujud kolaborasi antara pemerintah dan BUMN dalam menghadirkan manfaat pembangunan secara langsung bagi masyarakat.
Dirinya menilai, kehadiran para relawan tidak hanya diharapkan memberikan manfaat melalui berbagai kegiatan, tetapi juga membantu membuka peluang ekonomi, mengembangkan potensi lokal, serta memperkuat pendidikan dan lingkungan.
Karena itu, Bupati menegaskan, pelaksanaan RBB diharapkan tidak berhenti pada selesainya program, melainkan menjadi awal dari kerja sama dan pemberdayaan masyarakat yang berkelanjutan.
"Saya berharap kegiatan ini tidak berhenti pada pelaksanaan program saja, tetapi menjadi awal dari kerja sama dan pemberdayaan masyarakat yang berkelanjutan. Karena pembangunan tidak dapat dilakukan oleh pemerintah sendiri. Diperlukan sinergi dan kolaborasi antara pemerintah, BUMN, dunia usaha, perguruan tinggi, komunitas, serta seluruh masyarakat," ungkapnya. (end)
Riset Terkait
Berita Terkait
